Senin, 20 May 2019
radarsurabaya
icon featured
Features Sidoarjo
Maratus Solikha, Pendiri WTS Jabon

Jadi Favorit, Kerap Dikunjungi Pejabat, Politisi hingga Penyanyi

09 April 2019, 01: 27: 43 WIB | editor : Wijayanto

LARIS: Maratus Solikha dibantu asistennya menyiapkan kepiting asam manis.

LARIS: Maratus Solikha dibantu asistennya menyiapkan kepiting asam manis. (SATRIA NUGRAHA/RADAR SIDOARJO)

Bagi penikmat kuliner, kelezatan masakan bukan hanya soal rasa. Namun juga tempat dan suasana. Salah satunya adalah warung tengah sawah (WTS) di Desa Jemirahan, Kecamatan Jabon, Sidoarjo. Meskipun terletak di pelosok desa, namun pelanggan terus berdatangan.

SATRIA NUGRAHA-Wartawan Radar Sidoarjo

Bagi siapapun yang pertama kali mendengar singkatan WTS ini pasti mengernyitkan dahi. Tetapi jangan berpikiran jorok dulu. Bukan singkatan itu.

Namun kepanjangan WTS adalah warung tengah sawah yang terletak di ujung timur Desa Jemirahan, Kecamatan Jabon. Dari Polsek Jabon mengarah ke timur sekitar delapan kilometer. Setelah di Desa Balongtani berbelok ke arah selatan.

Meskipun berada di tengah sawah, warung ini diburu para penikmat kuliner. “Saya datang dari Batu Malang, kangen dengan masakan kepiting warung ini,” ujar Hesti yang datang berombongan dengan anggota keluarganya, Minggu (7/4) siang.

Lain lagi dengan Ana Yanti asal Kota Pasuruan. Dia datang bersama sang putri. “Hampir setiap bulan saya ke sini. Putri saya sangat suka belut goreng,” ucapnya.     

Mar’atus Sholika (45) sang pemilik mengatakan, dia memulai usahanya dengan tidak sengaja. Di tahun 2004 suasana di jalur ini sangat sepi sehingga seringkali terjadi begal motor. “Warga desa lalu mendirikan pos di sini untuk menjaga keamanan. Lalu saya berjualan pecel, kopi dan mi instan di sekitar gardu pos,” kenang Sholika.

Lambat laun warungnya terus berkembang. Dari sekedar pecel kini aneka menu bisa dinikmati seperti belut goreng, kepiting asam manis, udang goreng, botok bandeng dan botok patin. “Yang paling laris ya botok patin dan kepiting,” ucap ibu dua anak warga Desa Balongtani ini.

Setiap akhir pekan, warungnya dibanjiri pengunjung. Dia membuka warungnya mulai pukul 09.00 hingga pukul 17.00. Namun setiap Jumat Legi, Sholika memilih menutup warungnya. “Saya selalu berziarah di hari itu. Saya juga menutup warung sepanjang bulan Ramadan,” terangnya.

Dia mengatakan Bupati Saiful Ilah sudah beberapa kali singgah ke warungnya. Juga Sekda Achmad Zaini serta pejabat lain yang dia tak ingat namanya. “Penyanyi Anie Carrera juga pernah mampir. Mbak Puti kapan itu juga datang,” ujar Sholika. (*/nis)  

(sb/sat/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia