Selasa, 15 Oct 2019
radarsurabaya
icon featured
Gresik

6 Tahun Dipasung, Warga Tambak Akhirnya Dibebaskan Dinkes Gresik

08 April 2019, 21: 58: 45 WIB | editor : Wijayanto

BEBAS: Arsadi akhirnya dibebaskan dari pasung selama enam tahun.

BEBAS: Arsadi akhirnya dibebaskan dari pasung selama enam tahun. (ISTIMEWA)

Share this      

BAWEAN – Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik akhirnya membebaskan Arsadi, dari pemasungan kaki  yang dialami sejak 6 tahun terakhir. Warga Desa Deket Agung, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean itu merupakan salahsatu Orang Dengan Gangguan  Jiwa (ODGJ) dari 14 orang di Kabupaten Gresik yang dibebaskan dari pemasungan.

Pihak keluarga selama ini terpaksa memasung pria 54 tahun tersebut di dalam kamar karena kerap berbuar onar di kampungnya. Kedua kaki Arsadi harus ditutup dengan kayu dan dirantai besi agar tidak mengganggu orang lain. Setelah melalui pendekatan dari Dinkes Gresik, pihak keluarga akhirnya mengizinkan Arsadi dilepas. 

Kasi Petugas Jiwa Dinkes Gresik Bidang P2P, Moh Nukhan menyebutkan, dua bulan sebelum dilepas, Arsadi malah minta dilepas. “Ya sekitar Februari kemarin minta dilepas karena memang sejak tahun lalu pasien sudah dalam target pelepasan,” ucap Moh Nukhan.

Nukhan mengaku pihak keluarga, tetangga, dan perangkat desa sudah menyetujui. Mereka akan menerima Arsadi lagi dan ikut merawat. Persetujuan ini penting, karena warga setempat masih trauma dengan peristiwa 6 tahun silam saat Arsadi membakar rumahnya sendiri. 

"Itu yang dikatirkan tetangga. Hanya saja dari petugas jiwa puskesmas sudah memastikan bahwa kondisi sudah membaik,”  katanya.

Menurut Nukhan, penyebab gangguan kejiwaan Arsadi dulu karena persoalan keluarga. Namun petugas kesehatan tidak tahu pasti penyebabnya. Yang jelas, saat ini istrinya bekerja di luar daerah. Sementara , anaknya merantau ke luar negeri. “Tapi keluarganya sudah bersedia untuk merawat,” imbuhnya.

Ditambahkan, saat ini Arsadi butuh waktu untuk kembali ke rumah utama. Mengingat, kondisinya perlu pemulihan fisik maupun jiwa. Menurut Nukhan, untuk sementara ini, Arsadi tetap tinggal di rumah yang dulunya untuk pasung. dan tidak jauh dari rumah utama. 

“Di rumah utama Arsadi tinggal sendiri. Tapi rumah yang ditempati keluarga hanya sampingnya saja masih berdekatan,” jelasnya.

Nukhan berharap peran keluarga dan tetangga sekitar agar berinteraksi dengan pasien. “Lebih baik sering diajak berbaur. Nah untuk medisnya harus rutin minum obat. Kami juga memantau lewat petugas jiwa Puskesmas Tambak,” ujarnya.(yud/ris)

(sb/yud/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia