Minggu, 08 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya
Ini Tiga Fakta Mutilasi Guru Honorer Asal Kediri

Pembunuhan Budi Hartanto, Polda Ungkap Hasil Lab Forensik

08 April 2019, 18: 05: 59 WIB | editor : Wijayanto

Almarhum Budi Hartanto

Almarhum Budi Hartanto (DOK/RADAR KEDIRI/JPNN)

Share this      

SURABAYA – Penyidik Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) menemukan tiga fakta terbaru dari hasil tes laboratorium forensik (labfor) terhadap kasus pembunuhan dengan mutilasi yang menimpa Budi Hartanto, 28, seorang guru tari honorer asal Banjarmlati, Mojoroto Kediri.

Pertama, bagian kepala korban diduga kuat dipotong pelaku setelah korban benar-benar tewas. Senjata atau alat yang digunakan memotong bagian kepala korban diduga tidak hanya satu.

"Senjata yang digunakan untuk melakukan pemotongan pada bagian leher bukan dengan satu alat pemotong, bisa lebih. Bisa pisau, bisa lainnya. Seperti hasil labfor berbicara seperti itu," terang Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera, Senin (8/4).

Fakta kedua, lanjut Barung, bagian tangan korban mengalami luka sabetan senjata tajam. Diduga sebelum tewas, korban sempat melawan dengan cara menangkis sabetan senjata tajam itu menggunakan tangan.

Fakta ketiga, kata Barung, pelaku melakukan pemotongan di bagian leher korban diduga karena dua alasan. "Ada dua kemungkinan (kepala dipotong). Bagian kepala sengaja dipotong untuk menghilangkan jejak. Atau, kopernya tidak muat kalau lehernya tidak dipotong. Itu yang kita dapat dari laboratorium forensik," bebernya.

Dalam kasus ini, menurut Barung, polisi mengindikasi ada unsur perencanaan pembunuhan. Sebab ada barang dan alat yang sudah dipersiapkan.

Sejauh ini, untuk kedua terduga pelaku yang sudah teridentifikasi masih dilakukan pengejaran. Menurut Barung, kasus ini ada kemiripan dengan kasus Ryan (jagal mutilasi dari Jombang) dari sisi pemicu perbuatan kriminal. Yakni dipicu masalah asmara sesama jenis dan adanya keringnan menghilangkan jejak.

Diberitakan sebelumnya, mayat Budi Hartanto ditemukan warga di dalam koper tanpa kepala di bawah jembatan Desa Karanggondang, Udanawu, Blitar, Rabu (3/4) lalu. Polisi menduga korban dihabisi lebih dari satu orang.

Dugaan sementara motif pembunuhan dengan mutilasi itu dilatarbelakangi masalah asmara sesama jenis. Apalagi motor dan Hp korban hingga saat ini juga masih belum ditemukan.

Terkait kasus ini, polisi sudah memeriksa 16 orang saksi termasuk orang dekat korban. Salah satunya adalah seorang aparat sipil negara (ASN) dari Kabupaten Nganjuk yang dekat dengan korban. (rus/jay)

(sb/rus/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia