Sabtu, 20 Jul 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Amankan Final Piala Presiden 2019, Polda Jatim Kerahkan 3.500 Personel

08 April 2019, 17: 04: 47 WIB | editor : Wijayanto

ANTISIPASI: Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan didampingi Kapolrestabes Kombespol Rudi Setiawan memberikan keterangan kepada awak media di Mapolda

ANTISIPASI: Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan didampingi Kapolrestabes Kombespol Rudi Setiawan memberikan keterangan kepada awak media di Mapolda Jatim, Senin (8/4). (M MAHRUS/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Laga final Piala Presiden 2019 yang akan mempertemukan Persebaya vs Arema FC mendapat perhatian khusus dari Polda Jatim. Untuk mengamankan pertandingan leg pertama antara kedua klub yang memiliki rivalitas tinggi dan pendukung fanatik tersebut, Polda Jatim mengerahkan 3.500 personel.

Pertandingan bertajuk Derby Jatim itu rencananya akan berlangsung  di Gelora Bung Tomo Surabaya pada Selasa (9/4) besok sore. Berbagai persiapan pun dilakukan pihak kepolisian dan aparat keamanan terkait untuk mengamankan laga yang diprediksi akan berlangsung dengan tensi tinggi tersebut.
"Untuk kesiapan PAM (pengamanan, Red), kami di Surabaya akan mengerahkan 3.500 personel. Biasanya kami siapkan 2.200 personel. Ini ada hal khusus," aku Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan, setelah menggelar rapat persiapan dengan panitia pelaksana (Panpel) dan perwakilan kedua klub di Mapolda Jatim, Senin (8/4). 
Luki menjelaskan, untuk pertandingan final ini mendapatkan perhatian khusus lantaran juga bersamaan dengan masa kampanye pemilu 2019. "Kick off di Surabaya jam 15.30 WIB. Malang jam 18.30 WIB," sambungnya. 

Masih kata Luki, untuk pengamanan, mulai Senin sore, dilakukan cek kesiapan dan penempatan personel di beberapa titik. Selasa pagi, aparat akan melakukan apel gelar pasukan pengamanan.
"Kita akan melakukan razia terhadap suporter yang tidak membawa tiket. Dan akan ada penempatan personel di beberapa titik," terangnya. 
Penempatan itu, dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan seperti sweeping suporter dan potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat. 
"Kami berharap final menjadi tontonan menarik. Karena sebagai hiburan, (pertandingan final) ditunggu masyarakat bola Indonesia," tegasnya. 
Disinggung apakah nanti pemain Arema FC akan dikawal khusus ke stadion dengan menggunakan kendaraan taktis (rantis) dari kepolisian, Kapolda mengaku tentu akan ada mekanisme pengamanan tersendiri. 
Di tempat yang sama, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan menambahkan, untuk suporter yang tidak memiliki tiket akan dilakukan penyekatan. 
"Penyekatan dilakukan untuk suporter tak memiliki tiket. Dan yang di luar harus diperhatikan supaya warga tidak ada kekacauan," ucap Rudi Setyawan. 
Untuk kendaraan besar, lanjut Rudi, mulai Selasa (9/4) sekitar pukul 15.30, akan ada pembatasan yang melintas dari Jembatan Branjangan menuju Romokalisari arah ke Stadion GBT. Kendaraan-kendaraan tersebut akan dilarang melintas. (rus/jay) 

(sb/rus/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia