Sabtu, 16 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Sidoarjo

Tunjangan Kinerja OPD Siap Dipotong Jika Serapan Tak Maksimal

06 April 2019, 19: 00: 59 WIB | editor : Wijayanto

PROYEK: Pembangunan frontage road yang masih jalan di tempat meski diguyur anggaran besar.

PROYEK: Pembangunan frontage road yang masih jalan di tempat meski diguyur anggaran besar. (DOK/RADAR SIDOARJO)

Share this      

SIDOARJO - Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang tidak bekerja maksimal akan mendapatkan sanksi. Tidak main-main tahun ini hukumannya adalah pemotongan tunjangan kinerja (tukin).

Sekretaris Daerah (Sekda) Sidoarjo Achmad Zaini mengatakan, beberapa tahun terakhir serapan anggaran pemkab Sidoarjo tidak maksimal. Ada beberapa OPD yang tidak bisa menyerap 100 persen anggaran yang sudah disiapkan. Hal itu mengakibatkan program pembangunan tidak berjalan sesuai target. Bahkan ada juga yang pembangunan baru dimulai pada pertengahan tahun. "Waktunya mepet, kualitas pekerjaan tidak sesuai harapan," katanya.

Bahkan, ada pembangunan yang tidak tuntas. Zaini mencontohkan pembangunan Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Krian. Targetnya tuntas tahun lalu, namun tidak bisa tercapai. Tahun ini program pembangunannya kembali dilanjutkan.

Pekerjaan fisik yang lambat itu  berdampak pada serapan anggaran. Sampai saat ini anggaran pembangunan yang terserap baru mencapai 8,76 persen. Minimnya serapan anggaran berakibat pada sisa lebih pembiayaan anggaran (silpa). Tahun lalu dana yang tidak terserap mencapai Rp 900 miliar.

Zaini menjelaskan, pemotongan tukin itu dilakukan setiap empat bulan sekali. Pemkab akan melihat kinerja dan serapan anggaran setiap dinas. Sanksi bagi OPD sebenarnya sudah berjalan sejak tahun lalu. OPD yang kinerjanya buruk diberi bendera hitam. Namun kebijakan itu tidak diterapkan tahun ini. OPD tidak sepakat dengan pemberian bendera.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Taufik Hidayat Tri Yudono mengatakan, pemkab harus melakukan evaluasi menyeluruh. Dinas yang kinerjanya buruk diberi sanksi. "Sanksinya untuk memicu kinerja," ujarnya.

Politikus PDIP itu mengatakan, pembangunan fisik harus dipacu. Pasalnya tahun ini banyak pembangunan besar. Misalnya Frontage Road (FR), dan rumah sakit barat. "Kalau tidak tuntas, silpa kembali bengkak," paparnya. (yus/nis)

(sb/jpg/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia