Rabu, 23 Oct 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya
Minta Kenang-Kenangan Sebelum Lulus

Inilah Kronologi Pencabulan Oknum Guru SMKN 10 kepada Siswinya

06 April 2019, 05: 05: 59 WIB | editor : Wijayanto

SEMPAT DIANCAM: Siswi BK yang trauma pasca dicabuli gurunya.

SEMPAT DIANCAM: Siswi BK yang trauma pasca dicabuli gurunya. (GUNTUR IRIANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA – Oknum guru SMKN 10 Surabaya bernisial BHS tampaknya sudah lama mengincar korban BK, 17, untuk bisa mencabulinya. Sebab menurut pengakuan pelaku kepada korban, ia sudah lama memendam rasa suka kepada korban.

Kepada wartawan yang menemuinya usai jam sekolah, korban yang merupakan siswi kelas XII dari jurusan pemasaran itu menceritakan awal mula kejadian pencabulan tersebut. Dengan didampingi ayahnya, BK mengaku saat itu sedang menunggu giliran untuk mengikuti ujian kompetensi kejuruan (UKK) yang dimulai siang hari. Ia menunggu bersama seorang temannya di luar kelas.

Tiba-tiba dia dipanggil oleh pelaku yang merupakan oknum guru setempat berinisial BHS. BHS yang awalnya berada di dalam kelas sebagai guru penguji tiba-tiba keluar dan mengajak korban untuk membantunya memasang banner. "Saya mengiyakan saja saat itu tanpa sadar. Padahal biasanya, saya tidak mau," kata korban.

Setelah itu, korban bersama gurunya itu ke ruang penyimpanan dan mengambil kawat serta banner. Selanjutnya mereka menuju ruangan tempat akan dipasang banner tersebut. Saat itu, ia membantu BHS memasang banner tanpa curiga.

Namun, BHS malah membicarakan hal yang aneh-aneh. "Dia tiba-tiba bilang kalau suka bodi saya. Gemes kalau lihat saya," kata korban menirukan percakapan BHS kepadanya.

Rayuan BHS tidak berhenti sampai di situ. Menurut korban, BHS yang juga kepala produktif salah satu jurusan tersebut tiba-tiba mendekatinya. Meski korban mencoba menjauh, namun tangannya malah ditarik dan kemudian dipeluk dari depan.

"Saya sempat diciumi tiga kali. Saat dipeluk, saya sempat berontak tapi malah dipeluk erat," ujarnya. Bejatnya, oknum guru itu malah mengajak korban memutar video porno seraya menanyakan apakah korban pernah melakukan hal itu. "Saya ketakutan saat itu," ungkap korban.

Korban lantas memaksa menjauh, namun kembali didekati BHS. Pelaku kembali merayunya dengan mengatakan apakah korban tidak mau memberikan kenang-kenangan. Apalagi setelah ini korban akan lulus dan meninggalkan sekolah tersebut.

Beruntung saat itu ada rekan korban yang menghubunginya lewat handphone. “Saya langsung kabur. Kebetulan ada Pak Bon (tukang kebun, Red) mau masuk ruangan, jadi saya (bisa) bebas," ujarnya.

Namun lewat pesan Whatsapp, BHS sempat mengancam korban agar tidak menceritakan kejadian tersebut. Bahkan saat dia masuk sekolah pada Jumat (5/4), BHS sempat menghampirinya meskipun di dalam kelas sedang ada ujian. Namun, korban yang masih trauma langsung berlindung di belakang guru pengujinya.

"Dia (oknum guru BHS, Red) terkenal keras bahkan tak segan untuk memberi nilai jelek. Jadi saya takut saat itu," katanya.

Ia mengakui kejadian ini sebagai puncaknya. Sebelumnya, BHS sudah sering menunjukkan gelagat aneh sejak korban duduk di bangku kelas XI. Oknum guru tersebut disebut sering memberikan kode-kode layaknya seorang pria yang menyukai seorang wanita.

“Terkadang waktu salaman, dia mengatakan kepada saya tangan saya tambah halus dan lain-lain. Tapi puncaknya yang sekarang ini, dia berani meluk dan mencium saya,” katanya. (gun/jay)

(sb/gun/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia