Sabtu, 20 Jul 2019
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Dukung Transformasi UMKM lewat Politik Ekonomi Inklusif

06 April 2019, 09: 05: 59 WIB | editor : Wijayanto

HARUS DIBINA: Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Tanri Abeng saat menjadi pembicara dalam kuliah umum di hadapan 600 mahasiswa di Universitas Airl

HARUS DIBINA: Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Tanri Abeng saat menjadi pembicara dalam kuliah umum di hadapan 600 mahasiswa di Universitas Airlangga, Jumat (5/4). (HERNINDA CINTIA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Keberadaan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia masih harus terus didukung. Pasalnya, banyak transformasi yang harus dilakukan pelaku usaha untuk meningkatkan kinerjanya sesuai dengan kondisi saat ini.

Di sisi lain, Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Tanri Abeng menyampaikan, kontribusi UMKM terhadap perkembangan dan pertumbuhan di Indonesia cukup besar. Yakni dengan persentase sebesar 99,9 persen dari seluruh unit usaha yang berada di Indonesia.

"Kami yakin perekonomian Indonesia bakal maju jika didukung proses politik ekonomi inklusif," terang Tanri Abeng dalam kuliah umum yang bertemakan BUMN sebagai Lembaga Pelaku Ekonomi Negara dan Politik Ekonomi Inklusif Melalui BUMN di Aula Garuda Mukti Universitas Airlangga, Jumat (5/4).

Politik ekonomi inklusif sendiri merupakan pengelolaan beberapa sektor unggul di Indonesia. Seperti sektor pertanian, sektor pangan, sektor kelautan, dan sektor pariwisata.

"Politik ekonomi inklusif merupakan konsep pengelolaan sektor unggul Indonesia yang dilakukan oleh orang-orang Indonesia yang memiliki jiwa entrepreneurship, profesional, dan ahli di bidangnya serta didukung oleh peran pemerintah," jelas salah satu tokoh manajemen modern di Indonesia ini.

Menteri BUMN pertama ini juga menjelaskan, salah satu cara untuk membesarkan UMKM sekaligus meningkatkan produktivitasnya adalah mendirikan Badan Usaha Milik Rakyat (BUMR).

Menurutnya, BUMR akan membuat usaha-usaha kecil dan mikro, mengorganisasikan diri mereka secara sistematis dengan menggabungkan koperasi-koperasi mereka serta berkolaborasi dengan BUMN sebagai pelaku ekonomi.

Di tempat yang sama, Rektor Unair Mohammad Nasih menyampaikan apresiasi dengan adanya kuliah umum kali ini. "Kami berharap pengalaman dan inovasi yang dibagikan pak Tanri, dapat memberikan inspirasi kepada civitas akademika Unair untuk lebih berkontribusi untuk negeri ini," katanya. (cin/nur)

(sb/cin/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia