Jumat, 06 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Politik Gresik

10.477 Lembar Rusak, KPU Belum Terima Surat Suara Pengganti

06 April 2019, 00: 32: 52 WIB | editor : Wijayanto

RUSAK: Ketua KPUD Gresik Akhmad Roni saat melakukan pengecekan surat suara rusak beberapa waktu lalu.

YANG RUSAK: Ketua KPUD Gresik Akhmad Roni saat melakukan pengecekan surat suara rusak beberapa waktu lalu. (DOK/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK – Ribuan surat suara yang mengalami kerusakan hingga kini ternyata belum diganti. Padahal, Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Gresik sudah mulai melakukan distribusi surat suara ke sejumlah kecamatan. 

Ketua KPUD Gresik Akhmad Roni membenarkan jika surat suara yang mengalami kerusakan belum mendapat gantinya. Namun, pihaknya optimis dalam waktu dekat surat suara pengganti akan segera datang. “Iya, belum datang,” ujarnya.

Sesuai data dari KPU Gresik, total surat suara yang rusak mencapai 10.477 lembar, terdiri dari 588 lembar kertas surat suara untuk pemilihan presiden dan wakil presiden, kemudian sebanyak 3.115 lembar untuk pemilihan anggota DPR RI. Sedangkan surat suara yang rusak untuk DPD sebanyak 627 lembar, DPRD Provinsi sebanyak 1.954 lembar dan DPRD Kabupaten Gresik sebanyak 4.193 lembar.  "Kami sudah berkirim surat ke KPU pusat pada tanggal 16 Maret 2019 lalu, dan minta untuk segera disiapkan penggantinya," jelasnya. 

Bahkan, kata dia,  pihaknya sempat dipanggil ke Jakarta untuk membahas persoalan kerusakan surat suara. Hasilnya dia minta agar pengiriman segara dilakukan. “terkait kondisi fisik keruskan, meliputi  surat suara yang sobek, kurang sempurna dalam cetakan, gradasi warna yang tidak sesuai dan ada bercak warna,” pungkasnya.

Sementara itu, Komisoner Bawaslu Kabupaten Gresik Syafi’ Jamhari membenarkan hingga kini pengganti surat suara rusak belum dikirim oleh KPU Pusat. Karena itu dia khawatir lambatnya pengiriman berdampak pada pemenuhan suat suara di tempat pemungutan suara (TPS). Mengingat beberapa kecamatan dalam pengiriman logistik kemarin juga terpantau yang kurang.

Dikatakan, memang setiap TPS ada surat suara cadangan sebesar 2 persen dari total DPT. Namuan menurutnya itu bukan jaminan, selama surat suara yang rusak belum ada penggantinya. “Yang rusak kan banyak sekali kalau tidak segera dikirim kekhawatiran kami akan menghambat proses pengiriman logistik,” imbuh dia. (rof/ris)

(sb/rof/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia