Senin, 18 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Hari Ini, Pedagang Hi-Tech Mall Kembali Buka

06 April 2019, 08: 20: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

ASET PEMKOT: Suasana Hi-Tech Mall setelah diambil alih Pemkot Surabaya, Jumat (5/4). Mulai hari ini pedagang akan kembali buka stand an berjualan sete

ASET PEMKOT: Suasana Hi-Tech Mall setelah diambil alih Pemkot Surabaya, Jumat (5/4). Mulai hari ini pedagang akan kembali buka stand an berjualan setelah mendapat kepastian nasib mereka. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

KEMBANG JEPUN - Pendataan pedagang di pusat elektronik Hi-Tech Mall Surabaya sudah memasuki tahap akhir. Sedangkan hari ini, para pedagang sudah mulai bisa berjualan di tenan masing-masing. 

Ketua Paguyuban Pedagang Hi-Tech mall Rudi Abdullah mengatakan, hari ini pedagang sudah mulai diperbolehkan untuk berjualan. “Jadi ini nanti bisa mulai berjualan, dan diberi izin oleh pemkot. Nanti pukul 12.00 Wib pedagang mengadakan syukuran,” kata Rudi, Jumat (5/4).

Terkait adanya keluhan pedagang beberapa waktu lalu, karena takut tidak bisa berjualan lagi dan nasibnya tidak jelas. Sekarang sudah ada kepastian. Akan tetapi, kata Rudi, ada pedagang yang sudah keluar dan pindah ke tempat lain seperti di ITC dan Mastech. "Kemarin nasib mereka tidak jelas, malah banyak yang keluar ada yang ke ITC, Mastech dan nggak tahu berapa orang," ungkapnya.

Sementara ini yang masih bertahan sekitar 300 sampai 400 pedagang, sedangkan UMKM-nya tinggal sekitar 30. Dulu sekitar 600 pedagang, karena pada tahun 2018 nasib mereka tidak ada kepastian akhirnya mereka memutuskan untuk pindah. "Mereka pergi tahun 2018 karena banyak kepentingan dan isu-isu sewa stan yang murah di tempat lain dan seandainya dulu pengelolanya jelas, maka pedagang tidak akan seperti itu," jelasnya.

Rudi menjelaskan, memang mendengar terkait pihak ketiga, investor baru. Tapi siapa mereka itu, dia masih belum mengetahui yang penting nasib pedagang ini bisa berjualan dan harapan para pedagang juga harga sewanya nanti sewajarnya. “Kami sebenarnya kalau dikelola oleh pemkot sendiri kemungkinan besar menjadi murah,” imbuhnya.

Saat ini, Rudi menuturkan, harga sewa per meternya Rp 200 ribu. Para pedagang bermacam-macam variasi kecil besarnya stan. Harga setiap bulannya ada yang mencapai hingga Rp 40-100 juta. 

Dirinya berharap, nantinya pemkot memperbaiki gedung ini seperti pada bagian atap dan lantainya, kemudian dicat ulang serta mempromosikan kembali mal legendaris tersebut.

Perlu diketahui, para paguyuban ini menjaga gedung selama 24 jam secara bergantian sampai normal kembali dan terlihat juga banyak Linmas yang berjaga di Hi-Tech Mall. Dan ada juga para pembeli yang masih datang ke sana karena tidak mengetahui kondisi Hi-Tech Mall yang masih tahap perbaikan dan belum ada pedagang yang berjualan.

“Saya berharap pemkot bisa mengelola dengan baik, dan ada hubungan hukum dengan pemkot agar pedagang ini punya kejelasan statusnya. Kalau pedagang ini milik pemkot, otomatis nanti kalau sudah ada pihak ketiga tidak terjadi hal seperti ini lagi. Sewa gedung habis bukan pedagang yang pergi, seharusnya yang kontrak gedung ini,” pungkasnya. (gin/nur)

(sb/gin/jek/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia