Kamis, 14 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Politik Surabaya

Jelang Coblosan, KPU Mulai Cicil Distribusi 5 Jenis Surat Suara

05 April 2019, 16: 13: 22 WIB | editor : Wijayanto

DIKEBUT: Pekerja menurunkan surat suara Pemilu 2019 di kantor Kecamatan Dukuh Pakis, Jalan HR Muhammad, Surabaya.

DIKEBUT: Pekerja menurunkan surat suara Pemilu 2019 di kantor Kecamatan Dukuh Pakis, Jalan HR Muhammad, Surabaya. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Pelaksanaan pemungutan suara Pemilu 2019 tinggal 12 hari lagi. Proses distribusi logistik oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) memasuki tahap baru.

Setelah kotak suara, bilik suara, bantalan, dan alat tulis selesai didistribusikan, giliran KPU Kota Surabaya mendistribusikan lima jenis surat suara ke berbagai kawasan. Distribusi surat suara ini secara periodik sampai 9 April mendatang.

"Surat suara itu sudah kita distribusikan sejak hari ini sampai empat hari ke depan. H-1 sudah sampai ke TPS," jelas Ketua KPU Surabaya Nur Syamsi.

Distribusi hari pertama untuk delapan kecamatan, yakni Benowo, Gununganyar, Sambikerep, Wonokromo, Bulak, Mulyorejo, Gayungan, dan Dukuh Pakis.

Ada beberapa pertimbangan pendistribusian awal untuk delapan kecamatan. Pertama, jumlah pemilih yang besar. Kedua, lokasi penerimaan surat suara sudah siap. Ketiga, faktor keamanan surat suara.

Daftar Pemilih Tetap (DPT) Kecamatan Wonokromo ada 114.903 pemilih, Kecamatan Bulak 30.889 pemilih, Kecamatan Gununganyar 42.118 pemilih, Kecamatan Mulyorejo 67.877 pemilih, Gayungan 28.668 pemilih, Dukuh Pakis 44.151 pemilih, Benowo 46.038 pemilih, dan Sambikerep ada 45.481 pemilih.

"Jangan sampai lokasi penyimpanan logsitik ketika hujan ada rembesan, kebocoran. Belum semua siap karena faktor itu tadi," tegas Nur Syamsi.

Jumlah surat suara di Kota Surabaya sesuai DPT plus dua persen dari jumlah pemilih setiap tempat pemungutan suara (TPS). DPT Surabaya mencapai 2.131.756 pemilih yang tersebar di 8.146 TPS. Misalkan untuk satu jenis surat suara, di sebuah TPS, DPT-nya 250 orang, maka surat suara tambahan ada lima lembar.

Mengenai pengamanan logistik, Nur Syamsi menuturkan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Kapolrestabes dan Kapolres Tanjung Perak. Selanjutnya, ditindaklanjuti oleh polsek setempat untuk pengawalan dari gudang ke kecamatan. Begitu pula pengamanan sampai H-1.

Sementara itu, KPU Surabaya masih menerima pertanyaan dari warga yang ingin pindah pilih. Kemarin, belasan orang mengantre untuk meminta hak pilihnya tetap bisa digunakan.

Sesuai dengan peraturan terbaru dari Mahkamah Konstitusi, Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) diperpanjang hingga 10 April. Hanya empat golongan yang bisa mengurus ini. Pertama, mereka yang sakit dan dirawat di rumah sakit, tahanan, dan korban bencana alam.

"Syaratnya, bawa fotokopi e-KTP dan surat keterangan yang menyatakan bahwa termasuk salah satu di antara empat golongan itu," kata Syamsi. Sebelumnya DPTb masuk di Surabaya mencapai 13.811 pemilih dan DPTb keluar mencapai 7.752 pemilih. (rpp/rek)

(sb/jpg/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia