Jumat, 22 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Periode Siklus Akreditasi LPK Kini Berubah

04 April 2019, 22: 35: 09 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi

Ilustrasi (NET)

Share this      

SURABAYA - Sejak ditetapkan oleh pemerintah, Badan Standardisasi Nasional (BSN) melalui Komite Akreditasi Nasional (KAN) terus berkembang untuk memberikan akreditasi kepada Lembaga Penilaian Kesesuaian (LPK) secara objektif dan tidak memihak.

Sampai akhir 2018, terdapat 2.019 LPK yang sudah diakreditasi KAN. Terdiri dari 1.742 laboratoium dan lembaga inspeksi, serta 277 lembaga sertifikasi.

Direktur Akreditasi Laboratorium BSN Fajarina Budiantari menjelaskan, dalam pengoperasiannya, KAN menerapkan standar ISO/IEC 17011 yang berisi persyaratan umum badan akreditasi dalam mengakreditasi lembaga penilaian kesesuaian.

Dengan adanya keluaran terakhir standar ISO/IEC 17011 di tahun 2017, maka KAN pun harus menyesuaikan dengan persyaratan termutakhir tersebut. Salah satunya perubahan siklus akreditasi.

"Pertimbangan perubahan periode siklus akreditasi ini menyesuaikan penguatan persyaratan witness yang ditetapkan dalam ISO/IEC 17011:2017, yang diberlakukan untuk seluruh jenis LPK," terangnya dalam keterangan resmi, kemarin. 

Fajarina menerangkan, dalam kebijakan KAN yang terdahulu, masa akreditasi LPK berlaku selama empat tahun. Namun berdasar keputusan akreditasi bulan Maret 2019, masa akreditasi untuk LPK berubah menjadi 5 tahun dengan asumsi surveillance pertama dilakukan bulan ke-15 sampai bulan ke-18.

Surveillance kedua dilakukan pada bulan ke-36 sampai bulan ke-39, dan pengajuan perpanjangan akreditasi di bulan ke-54. "Ketentuan ini berlaku untuk LPK yang keputusannya diputuskan per Maret 2019," ujarnya. 

Diharapkan dengan adanya kebijakan terbaru ini, proses penilaian kesesuaian di Indonesia dapat semakin baik, sehingga dapat meningkatkan daya saing bangsa di pasar internasional. (cin/jay)

(sb/cin/jay/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia