Rabu, 23 Oct 2019
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

REI Expo Jatim Sasar Pasar Milenial

04 April 2019, 17: 31: 56 WIB | editor : Wijayanto

Ketua Umum REI Jatim Danny Wahid

Ketua Umum REI Jatim Danny Wahid (DOK/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA – Real Estate Indonesia (REI) terus agresif meningkatkan kinerja penjualan propertinya. Kali ini menyasar pasar milenial, REI menyelenggarakan REI Expo Jawa Timur 2019 yang bertempat di JX Internasional Covention Exhibition mulai tanggal 3-7 April 2019.

Kegiatan ini diikuti oleh puluhan pengembang dengan proyek yang tersebar di wilayah Jawa Timur (Jatim). mulai dari perumahan, apartemen, dan kondominium, rumah toko dan rumah kantor, area pergudangan hingga produk-produk penunjang properti.

Menurut Ketua DPD REI Jawa Timur Danny Wahid, sebenarnya pameran properti ini merupakan salah satu rangkaian HUT REI ke-47 tahun ini. Danny mencatatkan, ada sekitar 60 pengembang yang mengikuti pameran yang membidik pasar milenial ini, menampilkan perumahan khusus bagi milenial. “Karena melihat kondisi saat ini, segmen milenial memiliki potensi yang sangat besar,” terangnya.

Danny menuturkan, dalam pameran ini pihaknya tidak hanya menargetkan adanya peningkatan penjualan properti, tetapi juga menaikkan nama brand dari para pengembang.

“Kami lebih melihat pada bagaimana mengenalkan brand dari pengembang, tetapi tetap jualan juga. Pameran itu seperti orang makan, jadi properti itu memang butuh pameran. Yang datang ke sana memang orang yang mempunyai kepetingan untuk membeli rumah,” tuturnya.

Danny mengaku, dengan adanya REI Expo ini pihaknya menargetkan penjualan rumah akan meningkat lagi. Pasalanya, menurutnya, hal tersebut berkolerasi dengan pertumbuhan ekonomi, khususnya di Jatim sendiri. “Karena ketika properti itu bagus, ekonomi juga akan tumbuh baik,” ujarnya.

Danny mengasumsikan, dengan adanya pameran apartemen dan perumahan ini, maka pihaknya akan mampu mencatatkan transaksi sekitar Rp 300 – Rp 500 miliar dengan jumlah unit yang terjual sebanyak 700-1.000 rumah selama satu bulan April ini. “Average kira-kira segitu, karena produknya juga bervariasi,” imbuhnya.

Dan efek dari pameran properti itu ada di setelah pameran. Biasanya jika pameran bulan ini efeknya akan satu bulan penuh bahkan ada yang sampai bulan berikutnya. Karena bagaimanapun ketika dia sudah ambil brosur kemudian dia cek lokasi dan janjian dengan pihak pengembangnya, maka efeknya akan jangka panjang,” paparnya.

Hal ini dikarenakan transaksi pada pameran perumahan tidak bisa langsung berproses disitu dan saat itu juga. “Bisa juga langsung close di tempat. Tetapi biasanya tetap butuh waktu ketika akan membeli rumah, banyak yang harus dipertimbangkan,” imbuhnya. (cin/nur)

(sb/cin/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia