Minggu, 08 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Sidoarjo

Dewan Desak Operasional BLK, Pemkab Tunggu Kementerian

04 April 2019, 17: 04: 24 WIB | editor : Wijayanto

Balai Latihan Kerja

Balai Latihan Kerja (DOK/RADAR SIDOARJO)

Share this      

SIDOARJO – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) meminta pemkab segera memanfaatkan Balai Latihan Kerja (BLK). Hal itu sebagai sarana pelatihan kerja bagi masyarakat Sidoarjo.

Anggota komisi B DPRD Sidoarjo Hadi Subiyanto mengatakan, hal itu sebagai upaya untuk menanggulangi masyarakat Sidoarjo yang ingin bekerja selepas lulus sekolah. Sebab memasuki akhir semester tahun ini, akan ada banyak masyarakat yang ingin bekerja. “Biasanya, kalau sudah lulus itu banyak yang cari kerja, maka itu harus diantisipasi oleh pemkab,” katanya.

Dia menambahkan, salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah dengan memanfaatkan Balai Latihan Kerja (BLK). Sebab menurutnya, selama ini pemanfaatan BLK itu dirasa kurang optimal.

Selain pemanfaatan BLK, pemkab juga diharapkan dapat melakukan pembimbingan terhadap Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang ada. Sebab kata Hadi UMKM dapat menyerap tenaga kerja.

Pada prinsipnya, kata Hadi ada beberapa UMKM yang perlu dibina lebih jauh lagi. Hal itu sebagai upaya agar pelaku UMKM terus ada dan bahkan dapat berkembang lebih besar lagi. “Ya kalau UMKM itu berkembang dan tetap bertahan, maka itu bisa jadi lahan untuk menyerap tenaga kerja baru,” ujarnya.

Selain itu, pembinaan yang selama ini dilakukan kata Hadi hanya sebatas cara memproduksi. Dia meminta agar pemkab dapat melakukan pembinaan sampai dengan pemasaran bahkan cara membangun branding produk UMKM. “Jadi harus ada tindak lanjut hingga kepemasaran, jadi harapannya arahnya nanti ke sana,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pelatihan dan Produktivitas (Lattas) Dinas Ketenaga kerjaan Sidorjo Khoirul Anam mengatakan, pihaknya belum mengetahui secara pasti terkait pelatihan yang ada. Sebab kata Anam, BLK tersebut merupakan milik kemeterian ketenagakerjaan. “Pastinya tidak tahu karena BLK itu miliknya kementerian, tapi lokasinya di Sidoarjo,” terangnya.

Dia menambahkan, untuk tahun ini ada sekitar 16 paket pelatihan di BLK. Namun Anam tidak mengetahui pasti apakah peserta pelatihan semuanya berasal dari Sidoarjo atau bukan. “Di Jawa Timur ini kan ada dua, satunya di Banyuwangi dan satunya lagi di Sidoarjo, tapi enggak tahu pastinya selama ini pesertanya berasal dari mana,” pungkasnya.  (far/nis)

(sb/jpg/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia