Sabtu, 25 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Sidoarjo

Tingkatkan 30 Ruas Jalan di Sidoarjo, Andalkan Swakelola

04 April 2019, 17: 02: 00 WIB | editor : Wijayanto

SEGERA DIPERBAIKI: Ruas jalan Gedangan–Sukodono akan dilakukan perbaikan setelah proses lelang.

SEGERA DIPERBAIKI: Ruas jalan Gedangan–Sukodono akan dilakukan perbaikan setelah proses lelang. (YUSRIZAL/RADAR SURABAYA)

Share this      

SIDOARJO - Perbaikan jalan terus dilakukan oleh Pemkab Sidoarjo. Tahun ini ada 30 ruas jalan yang menjadi target peningkatan jalan. Pemkab menyediakan anggaran sebanyak Rp 150 miliar.

Meski begitu, hingga saat ini belum ada pekerjaan fisik yang dilakukan. Dari 30 ruas jalan yang akan diperbaiki, baru lima pekerjaan yang masuk lelang. Seperti peningkatan jalan Gedangan-Betro, Kecamatan Sedati. (selengkapnya lihat grafis).

Kepala Bidang Pembangunan Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Judi Tetrahastoto mengakui, saat ini memang baru masuk dalam perencanaan. Ada lima ruas jalan yang diajukan lelang perencanaan. Dia memperkirakan proses lelang perencanaan memakan waktu satu bulan.

Namun bisa juga tahapan tersebut baru selesai pada akhir triwulan kedua. Sehingga pembangunan baru bisa berjalan pertengahan tahun. Artinya, pekerjaan fisik baru dimulai pada Juli. "Sedangkan pembangunan harus selesai sebelum akhir tahun," katanya.

Judi berharap lelang berjalan lancar. Sehingga meski waktu pengerjaan terbatas, dia optimistis pembangunan jalan berjalan sesuai rencana.

Sementara itu, menurut pengamatan di lapangan, kerusakan jalan masih tampak di beberapa titik. Salah satunya di jalan raya Gedangan-Sukodono. Meskipun sekitar satu bulan lalu telah diperbaiki, kini lubang-lubang di sekujur jalan kembali menganga.

Sebelumnya, pada bulan lalu, Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PU-BMSDA) melakukan perbaikan dengan sistem swakelola. Perbaikan tersebut meliputi pengerukan lubang jalan dan pengaspalan dengan sistem cold milling. Dengan pembenahan yang sifatnya tutup lubang dan tambal, membuat material jalan mudah rusak.

Menanggapi hal itu, Judi mengungkapkan, perbaikan di Jalan Gedangan–Sukodono pada beberapa waktu yang lalu memang sifatnya perbaikan sementara. Menurutnya, curah hujan yang masih terus mengguyur di wilayah Sidoarjo maka masih belum bisa diperbaiki secara total, karena dapat mengganggu proses perbaikan.

Apalagi ruas jalan tersebut kerap kali terendam banjir. Tingginya badan sungai yang berada dipinggiran jalan membuat air sungai kerap meluber ke bahu jalan dan berdampak kepada material aspal mudah rusak. Tiap hujan turun, volume air sungai Gedangan selalu meluber dan membanjiri jalan. "Sementara diperbaiki dengan sistem swakelola," pungkasnya. (yus/nis)

(sb/jpc/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia