Selasa, 25 Jun 2019
radarsurabaya
icon featured
Sportainment Surabaya
1 Persebaya vs Madura United 0

Meski Menang Tetap Belum Aman

04 April 2019, 16: 31: 41 WIB | editor : Wijayanto

MENANG TIPIS: Pemain Persebaya Surabaya Manucehr Jalilov melakukan selebrasi usai membobol gawang Madura United dalam laga semifinal leg 1 Piala Presi

MENANG TIPIS: Pemain Persebaya Surabaya Manucehr Jalilov melakukan selebrasi usai membobol gawang Madura United dalam laga semifinal leg 1 Piala Presiden 2019 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Rabu (3/4). (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Share this      

Surabaya – Setelah melalui pertarungan sengit selama 2x45 menit, skuad Presebaya akhirnya berhasil memenangkan pertandingan leg pertama semifinal Piala Presiden 2019 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Rabu (3/4). Green Force  memetik kemenangan lewat gol indah Manucheher Jalilov pada menit ke-64.

Kedua tim mengawali laga dengan sangat hati-hati. Namun beberapa kesalahan seperti passing dan komunikasi masih terlihat di kubu tuan rumah. Untungnya finishing yang dilakukan skuad Madura United selalu tidak sempurna.

Memasuki menit 19, kondisi berubah hening. Aksi tersebut ditujukan untuk memberi penghormatan kepada mendiang Eri Irianto yang meninggal dunia di Stadion 10 Nopember pada 3 April 2000 lalu. Menit 19 dipilih sebab itu merupakan nomor punggung Eri semasa memperkuat Persebaya.

Kemenangan 1-0 ini akan menjadi modal bagi Persebaya saat bertandang ke markas Madura United Stadion Pemekasan, Madura pada leg kedua 6 April mendatang. Meskipun demikian, Madura United juga masih memiliki peluang untuk lolos karena bermain di kandang sendiri, tentunya pasukan Dejan Antonic masih berpeluang mengejar ketertinggalan satu gol ini.

Babak pertama berjalan cukup alot, walau Persebaya selaku tuan rumah mencoba tampil agresif, Madura United juga tak mau kalah. Hasilnya, kedua tim bermain terbuka dan saling menyerang.

Peluang pertama datang dari Goncalves di menit 23, tetapi masih bisa diamankan Miswar dan tak lama kemudian dibalas dengan serangan Persebaya melalui counter attack. Irfan banyak menjadi inisiator serangan Persebaya, dengan skill individu yang dia miliki pemain belakang Madura cukup kerepotan.

Jelang akhir babak pertama pertandingan semakin sengit, tendangan jarak jauh Zah Rahan membuat Persebaya tarik nafas, namun setelah itu dibalas oleh Balde yang juga melepaskan tembakan dari luar kotak penalti.

Kekuatan kedua tim ini tak jauh berbeda di babak pertama padahal kali ini dilangsungkan di kandang Persebaya. Madura United tampak tidak ingin kalah dominan dari tuan rumah dengan cara bermain intens.

Di babak kedua, seisi Stadion GBT bergemuruh. Tepatnya menit 56 mereka memberi respons luar biasa saat Andik Vermansah dimainkan Madura United. Andik menggantikan posisi David Laly. Kehadirannya diharapkan bisa menambah variasi serangan di kubu Laskar Sape Kerrab.

Andik mendapatkan peluang pertamanya di menit 59. Akan tetapi bola hanya mendarat di pelukan kiper. Sebaliknya, Persebaya justru berhasil membuka keunggulan di menit 64. Bermula dari crossing Amido Balde, Dzhalilov yang tidak terkawal berhasil menyambar si kulit bundar dengan sundulannya. Skor berubah 1-0.

Madura United agak kesulitan mengembangkan serangan karena Asep Berlian sudah mendapat kartu kuning kedua akibat mendorong Oktafianus, tetapi mereka terus berupaya keras.

Persebaya memperkuat pertahanan mereka dengan menambah pemain di sekitar kotak penalti, Andik juga dijaga lebih ketat. Saat dia membawa bola ada dua atau tiga pemain di sekitarnya. 10 menit terakhir, tim tamu terus menggempur pertahanan Persebaya dan hingga pertandingan usai skor tetap tidak berubah 1-0 untuk Persebaya

Meski menang, Persebaya sama sekali belum aman. Sebab ada leg kedua yang bakal dimainkan di markas Madura United, Stadion Gelora Ratu Pamelingan, 6 April 2019 mendatang.(sam/saf/rak)

(sb/sam/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia