Rabu, 17 Jul 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Gresik

Menyaru Tukang AC, Bobol Rumah Warga Gasak Uang

03 April 2019, 18: 38: 38 WIB | editor : Wijayanto

DIBOBOL MALING: Rumah milik Sutono di Desa Peganden inilah yang dibobol pelaku menyaru tukang AC.

DIBOBOL MALING: Rumah milik Sutono di Desa Peganden inilah yang dibobol pelaku menyaru tukang AC. (ISTIMEWA)

Share this      

GRESIK - Rumah milik Sutono Rimin di Jalan Makam Dalem II/4, Desa Peganden Kecamatan Manyar dibobol komplotan maling. Pelaku leluasa beraksi karena saat itu menyaru sebagai tukang servis air conditioner (AC).

Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu, (3/04) sekitar pukul 13.00. Saat itu korban bersama istri dan anaknya sedang istirahat di rumah. Mereka kedatangan dua tamu pria yang menyaru sebagai tukang servis AC.

Menurut Norman, 24, anak korban, saat kedua pelaku datang, dia sedang berada di kamar mandi. Dari dalam kamar mandi, dia mendengar teriakan ayahnya berteriak dari ruang tamu bahwa ada tukang AC masuk ke dalam kamar utama.

“Kebetulan ayah (Sutono) saya sedang sakit sehingga tidak bisa jalan. Jadi saya hanya mendengar dia memanggil,” ujarnya.

Teriakan Sutono mengundang perhatian istrinya yang sedang masak di dapur. Melihat ada istri Sutono datang, kedua pelaku yang masuk ke dalam rumah mengenakan helm fullface itu meminta istri korban untuk mengambil ember di area belakang.

“Satu pelaku masuk ke kamar, satunya lagi berjaga di ruang tengah. Sepertinya sebagai strategi antisipasi apabila saya keluar dari kamar mandi,” imbuh Norman.

Kedua pelaku yang berada di dalam kamar selama 5 menit, akhirnya keluar ruangan. Mereka pamit untuk mengambil alat pembersih freon. Curiga ada yang tidak beres, istri korban lantas masuk ke kamar utama. 

Benar saja, rupanya dia melihat kondisi lemari korban sudah acak-acakan. Korban baru menyadari rumahnya dibobol lantaran melihat uang yang ada di dalam laci lemari hilang.

“Di dalam lemari ibu saya menyimpan uang dan perhiasan. Namun sepertinya pelaku tidak sempat mengambil perhiasan karena buru-buru sehingga yang dibawa lari hanya uang yang saya letakkan di bawah tumpukan pakaian,” tuturnya.

Untuk memastikan identitas pelaku, korban melihat rekaman kamera CCTV yang terpasang di area kampung. Ironisnya, kamera yang terpasang hanya merekam aktivitas kedua pelaku tanpa bisa mengidentifikasi plat nomor kendaraan yang dipakai pelaku. “Ciri-cirinya pelaku datang dua orang dan menggunakan motor matik,” tandasnya.

Dikonfirmasi hal ini, Kanit Reskrim Polsek Manyar, Ipda I Ketut Raisa mengaku belum menerima adanya laporan pencurian di salah satu rumah yang masuk dalam wilayah hukumnya. Ketut berharap masyarakat mau melaporkan kejadian ini ke polisi.

“Jarak antara rumah korban dan Mapolsek hanya sekitar 200 meter namun sepertinya korban belum melapor. Saya harap warga bisa proaktif melaporkan berbagai peristiwa kriminal yang terjadi agar kami mudah dalam mengidentifikasi pelaku,” katanya. (fir/ris)

(sb/fir/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia