Jumat, 24 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Gresik

Tutupi Rumdin Guru, Ruko Manyar Sidomukti Diprotes Dinas Pendidikan

03 April 2019, 17: 07: 34 WIB | editor : Wijayanto

DITUTUPI: Desa Manyar Sidomukti berencana membangun ruko persis di depan rumah dinas milik Dispendik Gresik.

DITUTUPI: Desa Manyar Sidomukti berencana membangun ruko persis di depan rumah dinas milik Dispendik Gresik. (FAHTIA AINUR ROFIQ/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK – Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Gresik memprotes rencana pembangunan ruko yang dilakukan Desa Manyar Sidomukti. Pasalnya, pembangunan ruko menutupi akses masuk menuju perumahan dinas (rumdin) milik Dispendik. Masalah ini juga sudah dilaporkan ke Bupati Gresik.

Kepala Dispendik Kabupaten Gresik Mahin mengungkapkan, pihaknya mendapatkan keluhan dari para guru yang menempati rumdin. Sebab, desa berencana untuk membangun ruko persis di depan rumdin tersebut. “Seharusnya kan tetap diberikan jalan masuk ke rumah dinas. Tidak ditutup seperti itu,” ujarnya, kemarin.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Aset BPPKAD Kabupaten Gresik Herawan Eka Kusuma menjelaskan, pihaknya sebenarnya telah mengingatkan desa agar jangan membangun ruko terlebih dahulu. “Kami sudah minta mereka untuk meminta rekomendasi terlebih dahulu dari Pak Bupati Gresik,” ungkap dia.

Sehingga, pihaknya juga kaget ketika mendapatkan laporan dari Dinas Pendidikan kalau pihak desa melanjutkan pembangunan tanpa adanya rekomendasi dari bupati. Apalagi, menurut Dispendik mereka juga tidak memberikan akses jalan masuk ke rumdin. “Seharusnya kan tidak seperti itu. Nanti coba kami koordinasikan kembali dengan desa,” terangnya.

Menanggapi hal ini, Kepala Desa (Kades) Manyar Sidomukti Fauzi mempertanyakan alasan Pemkab Gresik yang mengharuskan dirinya meminta izin. Ini kan tanah kas desa (TKD) bukan tanah pemerintah. “Ini kan tanah kas desa. Sebelumnya saya juga sudah pernah menyurati kepada pemerintah tapi tidak ada jawaban,” ungkap dia.

Dikatakan, pihaknya tetap akan melanjutkan pembangunan ruko tersebut. Sebab, ini dilakukan untuk menambah pendapatan desa. “Ya tetap lanjut. Kemarin dari pihak sekolah sempat menghentikan. Kan seharusnya tidak boleh seperti itu,” ungkapnya. (rof/ris)

(sb/rof/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia