Selasa, 17 Sep 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Gresik

Angkut Limbah Puskesmas, Truk Boks Tabrak Gapura

02 April 2019, 16: 24: 36 WIB | editor : Wijayanto

TABRAK: Truk milik PT PRIA yang membawa limbah rumah sakit menabrak gapura di Jalan Pahlawan.

TABRAK: Truk milik PT PRIA yang membawa limbah rumah sakit menabrak gapura di Jalan Pahlawan. (M FIRMANSYAH/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK - Truk pengangkut limbah rumah sakit milik PT Putra Restu Ibu Abadi (Pria) menabrak gapura di depan Puskesmas Kota, Jalan Pahlawan. Truk tersebut belakangan diketahui tidak memiliki manifes angkutan limbah. Kini truk sudah diamankan di Mapolres Gresik untuk pengusutan lebih lanjut.

Truk yang dikemudikan Rudi Mustofa, 43, asal Desa Tapen, Kecamatan Kudu, Kabupaten Mojokerto, sempat diperiksa polisi pasca kejadian. Sopir ternyata tidak dilengkapi surat-surat alias ilegal. Sopir hanya bisa menunjukkan izin KIR angkutan. "Saya cuma membawa ini pak," ujar Rudi sambil menunjukkan buku Uji KIR kepada polisi.

Karena tidak membawa dokumen, polisi menahan kendaraan truk ke Polres Gresik. "Perintah kapolsek kendaraan ini harus kami tahan sampai ada penyelidikan lebih lanjut," kata Bripka Joko, anggota Polsek Kota.

Pihak Puskesmas Kota juga enggan memberikan keterangan terkait pengangkutan limbah alat kesehatan. "Kendaraan ini baru saja dari puskesmas untuk membawa limbah alat kesehatan. Seperti sisa-sisa jarum suntik dan beberapa alat lain yang telah dipakai," kata salah seorang pegawai Puskesmas Kota.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik, Endang Poespitowati mengatakan, selama menjabat sebagai Plt Kadinkes Gresik pihaknya belum pernah mengecek dokumen kerja sama antara puskesmas di Gresik dengan PT PRIA.

"Dulu saya mendengar PT Pria ini izin pengolahan limbahnya dibekukan oleh Kemenkes. Namun saat ini apakah sudah diberikan izin kembali, saya belum tahu. Saya juga belum pernah mengecek sejauh mana kerja sama antara Dinkes dan perusahaan ini," tegas Endang.

Sementara itu, Direktur Ecoton, Prigi Arisandi mengatakan, pengangkutan limbah B3 tanpa dilengkapi dengan manifest merupakan pelanggaran. Sebab, dokumen pengangkutan tersebut merupakan syarat dan ketentuan utama dalam pengangkutan limbah B3.

Hal ini dijelaskan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2014 Tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya Beracun, Permen LH 18 Tahun 2009 tentang Tata Cara Perizinan Pengelolaan Limbah B3 dan Permen LH nomor 14 Tahun 3013 tentang Simbol dab Label Limbah B3.

“Banyak pelanggaran yang dilakukan transporter PT PRIA, terbaru PT PRIA mengangkut limbah B3 ke markas militer namun tidak ada sanksi dari KLHK. Kami berharap dengan kasus ini KLHK memberikan sanksi berupa pencabutan ijin transporter untuk PT PRIA,” tegas Prigi. (fir/ris)

(sb/fir/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia