Kamis, 14 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Jambret Sasar Tas Perempuan Beraksi di Jalan Indrapura

01 April 2019, 17: 44: 19 WIB | editor : Wijayanto

APES: Salah satu korban jambret di Jalan Indrapura, Surabaya.

APES: Salah satu korban jambret di Jalan Indrapura, Surabaya. (YUAN ABADI/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA – Bandit jalanan masih berkeliaran di jalanan Kota Pahlawan. Dalam sepekan terakhir, ada dua orang yang menjadi korban. Terbaru, jambret menyerang seorang pengendara perempuan di Jalan Indrapura, Surabaya, Sabtu (30/3) dini hari.

Kejadian itu terjadi sekitar pukul 01.30. Seorang perempuan melintas sendirian di depan kantor DPRD Jawa Timur. Tiba-tiba dua orang tidak dikenal yang berboncengan motor mendekat dari belakang. Tas perempuan itu ditarik sampai korban terjatuh.

Kanitreskrim Polsek Bubutan Iptu Purwanto membenarkan adanya kejadian tersebut. Namun, pihaknya tidak memiliki identitas korban. Sebab, korban tidak membuat laporan. "Kami masih cari korbannya,” ujarnya, Minggu (31/3).

Purwanto menyatakan bahwa kejadian tersebut sudah ditangani tim Respati dan Satreskrim Polrestabes Surabaya. Meski demikian, anggotanya tetap membantu mencari korban dan mengarahkannya agar membuat laporan. "Agar kami punya dasar untuk melakukan penindakan," tuturnya.

Sebelumnya, bandit jalanan menyerang sejoli yang baru pulang dari Jalan Tunjungan, Kamis (28/3) dini hari. Mereka adalah Mochamad Afris, 20, dan Khairun Nisa, 20. Dua orang tidak dikenal menggasak tas milik Nisa yang berisikan ponsel dan dompet. Nisa sampai terjatuh dan sempat tidak sadarkan diri.

Terkait dua kejadian tersebut, Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran memastikan bahwa anggota sudah melakukan penyelidikan. Beberapa orang saksi di tempat kejadian perkara (TKP) sudah dimintai keterangan. "Kami masih kumpulkan bukti dan petunjuk di lapangan,” jelasnya.

Sudamiran belum bisa memastikan apakah dua peristiwa itu dilakukan oleh pelaku yang sama. Yang jelas, modusnya memang sama.  Yang diincar adalah tas korban. Pelaku menariknya, bukan menghadang korban.

Menurut Sudamiran, di Surabaya jumlah komplotan jambret tidak banyak. Beberapa sudah teridentifikasi dan masuk daftar pencarian orang (DPO). Namun, yang beraksi sendiri-sendiri justru lebih banyak. "Jadi, lebih sulit dipetakan,” katanya.

Meski demikian, mantan Kasubdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Jatim itu memastikan akan mengejar para pelaku sampai tertangkap. Sebab, kejahatan jalanan sangat meresahkan masyarakat. "Kami kasih atensi lebih untuk kejahatan jalanan,” tuturnya. (yua/rek)

(sb/yua/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia