Selasa, 16 Jul 2019
radarsurabaya
icon featured
Iso Ae

Tak Dilayani Tiap Hari, Istri Pilih Selingkuh

01 April 2019, 17: 42: 30 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi Iso Ae

Ilustrasi Iso Ae (GRAFIS: FAJAR KRISNA)

Share this      

Siapa bilang nafsu tinggi hanya dimiliki laki-laki. Perempuan pun sama. Seperti Karin, 43, ini. Dengan mudahnya ia mendepak suami karena tidak bisa always on setiap hari.

Ismaul Choiriyah-Wartawan Radar Surabaya

Donwori terlalu berumur untuk dipanggil Mas. Usianya sudah menginjak setengah abad, dua tahun lagi. Agaknya ia juga pria sederhana. Donwori mendatangi kantor pengacara dengan pakaian seadanya. Kaus oblong dan sendal jepit.

Sembari menunggu  antrean, Donwori curhat tentang kondisi rumah tangganya yang hampir buyar. Dengan tampang melas, ia menyampaikan bahwa sudah dua bulan Karin, istrinya, minggat dari rumah. Karin kabur bersama kekasih barunya. Bahkan, dari kabar burung yang Donwori terima, Karin dan selingkuhannya sudah tinggal serumah.

Namun Karin berbeda dengan pasangan selingkuh lain. Meski kabur, Karin tak labtas menghilang tanpa jejak. Setiap hari Karin masih menghubungi Donwori, memaksa untuk segera mengurus perceraian.

Ya, sudah kabur, Karin memang tak tahu diri. Biaya administrasi dan segala keribetan pengurusan cerai, Karin limpahkan langsung pada Donwori. Karin tinggal terima jadi. Donwori sendiri sudah pasrah. Sempat ia mencoba membujuk agar kembali, sayangnya Karin teguh pendirian. Dan Donwori pun memilih menyerah.

Tanpa diminta, Donwori juga menceritakan penyebab Karin selingkuh. Lebih tepatnya, ia mencoba menguak aib istrinya sendiri. Kata Donwori, Karin ini orangnya hiperseks. Karin akan marah ketika satu hari terlewat tanpa berhubungan badan. Sementara Donwori sendiri sudah tak mampu.

"Memang di usia segini susah lah, Pak. Mosok tiap hari, cek kuate," timpal bapak-bapak yang duduk di hadapan Donwori.

Donwori sendiri hanya mampu melayani Karin seminggu dua kali. Bisa tiga kali kalau sedang dapat inspirasi. Harusnya sebanyak itu sudah hitungan wajar. Nafsu Karin saja yang tidak wajar.

Bermula dari rasa kecewa ini lah, Karin mulai suka bermain-main dengan pria lain. Dan ndilalah dengan yang terakhir ini kok nyantol, hingga jadi pasangan kumpul kebo dan tetap selow.  (*/opi)

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia