Senin, 17 Jun 2019
radarsurabaya
icon featured
Features Sidoarjo
Ahmada L Maknun, Pendiri Rumah Baca Alif Pewe

Bermula dari Nadzar Sembuh dari Penyakit Kanker

30 Maret 2019, 16: 20: 56 WIB | editor : Wijayanto

INSPIRATIF: Ahmadah Lukluil Maknun (kanan) bersama dengan muridnya di Rumah Baca Alif Pewe.

INSPIRATIF: Ahmadah Lukluil Maknun (kanan) bersama dengan muridnya di Rumah Baca Alif Pewe. (YUSRIZAL/RADAR SIDOARJO)

Share this      

Bermula dari hobi sejak kecil yang suka membaca buku cerita dan menabung untuk membeli buku, kini Ahmadah Lukluil Maknun atau yang biasa disapa Mada telah mendirikan rumah baca bernama Alif Pewe. Lokasinya ada di dekat Pabrik Gula (PG) Toelangan. Perpustakaan yang beralamat di gang I, Desa Kemantren, Kecamatan Tulangan, itu mulai dia dirikan pada 2012.

YUSRIZAL ARI AWAN-Wartawan Radar Sidoarjo

SEBELUM mendirikan rumah baca sendiri, Mada mengatakan, banyak sekali rintangan hidup yang dia lalui sampai memutuskan untuk mendirikan rumah baca Alif Pewe.

Sejak lulus TK, Mada telah hidup nomaden dan tinggal di beberapa pesantren yang ada di Jawa Timur. Selama pendidikan sekolah, dia dikenal sebagai anak yang rajin dan tekun, hingga dapat melanjutkan studi perguruan tinggi di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya jurusan Tarbiyah PBA. 

"Saya menjalani hidup saya penuh kerja keras. Pada saat perkuliahan, di masa saya mengerjakan skripsi berbahasa Arab, saya juga divonis kanker dan sempat lumpuh sekitar satu bulan lamanya," jelasnya kepada Radar Sidoarjo, Jumat (29/3).

Sayangnya, Mada menderita penyakit yang cukup ganas dan menyebar hingga badannya kurus kering. Pada saat itu, Mada bernadzar bila memang masih diberi kesempatan hidup lebih lama, dia ingin hidup untuk berjuang sosial dengan mendirikan Taman Baca Masyarakat (TBM).

Alhamdulillah, dirinya pun masih diberi kesempatan dan penyakitnya berangsur-angsur sembuh lewat pengobatan herbal media toga.

Bahkan untuk mengusir penyakitnya, dia terus menyibukkan diri mengikuti berbagai kegiatan yang ada. Menurutnya selama aktifitas yang dia lakukan merupakan kegiatan yang positif dan berdampak baik, maka juga dapat memberikan kesembuhan pada dirinya.

"Saya mengalihkan rasa sakit yang saya derita dengan menjalani banyak hobi, terdapat sekitar 40 hobi yang saya jalani," jelasnya. (*/nis/bersambung)

(sb/jpg/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia