Minggu, 08 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Sportainment Surabaya

Lolos ke Semifinal, Persebaya Bakal Ditantang Tim Asal Jatim

30 Maret 2019, 10: 52: 21 WIB | editor : Wijayanto

MENANG: Pemain Persebaya Otavio Dutra (dua dari kanan atas) dihadang dua pemain PS Tira Persikabo saat berusaha menyundul bola dalam laga perempat fin

MENANG: Pemain Persebaya Otavio Dutra (dua dari kanan atas) dihadang dua pemain PS Tira Persikabo saat berusaha menyundul bola dalam laga perempat final Piala Presiden 2019 di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Jumat (29/3). (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Persebaya Surabaya harus susah payah dan diwarnai dengan dua kartu merah saat menyingkirkan PS Tira-Persikabo dari babak delapan besar Piala Presiden 2019. Bermain di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Jumat sore (29/3), Persebaya Surabaya menang telak 3-1.

Kemenangan ini membuat Persebaya lolos ke semifinal Piala Presiden 2019 dan akan menghadapi pemenang antara Persela lawan Madura United. Partai hidup mati antara dua tim asal Jawa Timur itu akan berlangsung pada Minggu (31/3) besok.

Skuad Green Force tampil ngotot sejak awal laga. Hasilnya pun diraih tak lama kemudian. Gol cantik dicetak Manu Dzhalilov ketika pertandingan belum genap berjalan dua menit. Menerima umpan Irfan Jaya, Dzhalilov melepaskan bicycle kick alias tendangan salto untuk menjebol gawang Tira-Persikabo. Persebaya unggul 1-0.

Setelah itu, Persebaya mendapatkan sejumlah peluang dari pergerakan Irfan Jaya dan Damian Lizio. Peluang on target diperoleh Ruben Sanadi selepas menerima sodoran Lizio menit ke-20. Akan tetapi bola berhasil diblok kiper Angga Saputra.

Peluang emas kembali didapat Dzhalilov pada menit ke-23. Sayang bola yang diarahkan ke sudut gawang, berhasil ditepis Angga. Persebaya mendominasi pertandingan hingga menit ke-35 babak pertama.

Berbeda dengan pertemuan pertama di Bandung, skuad asuhan Rahmad Darmawan tidak bisa bermain lepas. Manahati Lestusen dan kawan-kawan lebih banyak bertahan. Sangat minim peluang yang diperoleh Abduh Lestaluhu dan kolega. Skor 1-0 untuk keunggulan Persebaya bertahan hingga jeda.

Babak kedua, tensi pertandingan semakin tinggi. Pelatih Tira-Persikabo, Rahmad Darmawan tampaknya mengubah strategi secara signifikan. The Young Warriors jadi tampil lebih spartan dan agresif.

Tekanan yang dilakukan tim tamu membuat kiper Persebaya Miswar Saputra melakukan blunder pada menit ke-53. Bola sapuan Miswar jatuh tepat di kaki Louise Essengue Parfait. Essengue pun meluncurkan tembakan on target dari luar kotak penalti. Beruntung, tembakannya bisa ditepis Miswar.

Tira-Persikabo pun makin agresif di awal babak kedua ini. Mereka tampil atraktif di semua lini. Lini belakang Persebaya dibikin pontang panting oleh ulah anak buah Rahmad Darmawan tersebut. Sedangkan Persebaya seperti tim kurang darah. Lemas.

Serangan bertubi-tubi yang dilancarkan TIRA-Persikabo akhirnya membuahkan gol penyama pada menit ke-62. Gol itu dicetak melalui sundulan Osas Saha, memanfaatkan situasi tendangan sudut.

Di tengah kondisi tertekan, Persebaya harus kehilangan kapten tim Ruben Sanadi karena mengalami cedera pada menit ke-67. Posisinya digantikan M. Syaifuddin. Kondisi yang membuat agresivitas Persebaya makin menurun.

Penurunan kualitas permainan Persebaya bahkan berlangsung hingga memasuki menit ke-75. Penyerang utama Persebaya Amido Balde minim peluang. Balde bisa dibilang bermain jauh dari ekspektasi. Pesepak bola asal Guinea-Bissau itu hanya mendapatkan satu kesempatan emas.

Kesempatan terbaik Persebaya pada paruh kedua baru didapat pada menit ke-81. Hanya saja bola tendangan Lizio mendarat tepat di pelukan Angga.

Selang beberapa detik, Tira-Persikabo hampir mencetak gol melalui Ciro Alves. Sayang beribu sayang. Walaupun tinggal berhadapan dengan kiper, tembakannya melambung di atas mistar.

Laga makin panas saat Persebaya mendapatkan hadiah penalti, usai Osvaldo Haay dilanggar dua pemain sekaligus, Vava Mario dan Abduh Lestaluhu menit ke-87. Damian Lizio sukses menjalankan tugasnya sebagai eksekutor penalti. Persebaya kembali unggul 2-1 pada menit ke-89.

Konsentrasi lawan yang mulai pecah akibat gol penalti dimanfaatkan dengan baik oleh Persebaya untuk memperbesar keunggulan menjadi 3-1 melalui gol Balde menit 90+1. Balde mendapatkan umpan matang dari Oktafianus Fernando. Berdiri tanpa kawalan di depan gawang, Balde bisa dengan mudah mengonversi peluang itu menjadi sebuah gol.

Pertandingan sempat terhenti setelah gol Balde. Lebih dari empat pemain Tira-Persikabo coba mengerubungi wasit Handri Kristanto. Mereka memprotes gol Balde. Rifad Marasabessy jadi salah satu pemain yang tak bisa menahan emosi. Akibat mendorong wasit, dia pun langsung diganjar kartu merah.

Laga akhirnya kembali berlanjut kembali sekitar satu menit kemudian. Namun, skuad Tira-Persikabo bukan lagi bermain sepakbola, mereka lebih banyak bermain sepak kaki, mengincar kaki-kaki pemain Persebaya.

Permainan kasar ini menghasilkan kartu merah lagi bagi pemain PS Tira-Persikabo. Kali ini giliran sang kapten Manahati Lestusen yang diganjar kartu merah langsung karena menanduk pemain Persebaya, sampai kemudian wasit Handri Kristanto meniup peluit tanda pertandingan berakhir. (sam/saf/jpc/rak)

(sb/sam/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia