Kamis, 23 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Gresik

Terbukti Tidak Gila, Rozikin Diancam Pasal Pembunuhan

30 Maret 2019, 10: 33: 19 WIB | editor : Wijayanto

WARAS: Rozikin, pembunuh ibu kandung saat diperiksa Kapolres AKBP Wahyu SB.

WARAS: Rozikin, pembunuh ibu kandung saat diperiksa Kapolres AKBP Wahyu SB. (YUDHI DWI ANGGORO/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK - Penyidik Tipidum Satreskrim Polres Gresik memberikan tuduhan pasal pembunuhan kepada Rozikin, 28. Warga Desa Madumulyorejo, Kecamatan Dukun, yang tegas menggorok ibu kandungnya, Ranis, 61, bakal dijerat pasal berat yakni pasal 338 dan 340 KUHP.

"Hasil medis juga menunjukkan pelaku tidak mengalami gangguan jiwa berat. Bahkan, saat membunuh ibu kandungnya sendiri kondisinya tidak ada gangguan jiwa. Atas dasar itu pelaku dijerat dengan pasal 340 KHUP dan 338 KHUP dan berkas akan segera kami serahkan ke kejaksaan untuk di sidangkan," kata Kasat Reskrim Polres Gresik, AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo.

Berkas penyidikan tersangka saat ini sudah mulai dirampungkan. Secepatnya, penyidik akan melimpahkan berkas berita acara pemeriksaan (BAP), ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik. "Kami sudah melakukan rekontruksi dan segera akan melimpahkan ke kejaksaan," ujar AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo.

Dikatakan, saat melakukan rekontruksi ada 10 adegan yang diperagakan orang lain untuk melengkapi BAP. Setelah BAP selesai, pihaknya juga mengirim sejumlah barang bukti ke kejaksaan sebelum pelaku disidangkan.

Hal ini dilakukan guna mengetahui secara pasti barang bukti yang digunakan pelaku Rozikin untuk menghabisi Ranis, ibu kandungnya. "Apakah pelaku hanya sekali sabet, atau membacoknya lebih dari itu. Sebab, semua itu harus perlu pembuktian yang akurat," ungkap Andaru.

Selain itu lanjut Andaru, pihaknya juga mengirim hasil medis RS Bhayangkara Polda Jatim. Pasalnya, sebelum semua berkas P21, pelaku juga menjalani pemeriksaan psikiater untuk mengetahui apakah mengalami gangguan jiwa atau tidak.

Sebagai catatan, warga Desa Madumulyorejo digemparkan dengan kasus pembunuhan sadis. Rozikin nekat membunuh ibu kandungnya sendiri, yakni Ranis. Korban lehernya disabet dengan sebilah celurit sewaktu tiduran di ruang tamu.

Ironis, pembunuhan itu dilatarbelakangi karena rasa jengkel. Pelaku sakit hati karena sebelum membunuh diomeli oleh ibu kandungnya. Ironisnya usai membunuh ibu kandungnya, pelaku tidak menyesali perbuatannya. (yud/ris)

(sb/yud/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia