Rabu, 17 Jul 2019
radarsurabaya
icon featured
Iso Ae

Boleh Ambil Rumah Asal Tidak Menikah Lagi

30 Maret 2019, 01: 20: 59 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi Iso Ae

Ilustrasi Iso Ae (GRAFIS: FAJAR KRISNA)

Share this      

Kecewa kepada pasangan setelah bercerai adalah hal yang normal. Ada yang mengekspresikan rasa kecewa dengan tak peduli sama sekali. Tapi, ada juga yang mengekspresikannya dengan menyusahkan pasangan. 

Ismaul Choiriyah-Wartawan Radar Surabaya 

Dalam kasusnya Karin, 45, ia termasuk yang kedua. Keinginannya untuk mengakuisisi rumah bersama, tak dikabulkan oleh Donwori. Padahal sebenarnya Donwori, 48, bisa mengalah juga. Toh Donwori juga punya rumah lain yang tak kalah bagus pula.

Karin sendiri punya alasan kuat mengapa ingin memiliki rumah tersebut. Pertama, setelah bercerai, ia akan tinggal bersama kedua anaknya. Otomatis, ia akan butuh tempat yang lebih luas. Toh tempat tinggal yang terletak di kawasan Sambikerep itu lebih dekat dengan tempat sekolah anak-anaknya.

"Ngalah gawe anak kok ya gak mau lho. Padahal aku juga urunan buat beli rumah itu. Dulu belinya juga pakai sisa uang warisan dari keluargaku," keluh Karin panjang lebar di ruang tunggu Pengadilan Agama (PA) Klas 1A Surabaya, kemarin. 

Karin sudah mencoba berkali-kali untuk melobi Donwori. Namun hasilnya nihil. Permohonannya tetap tak dikabulkan. Terakhir, Donwori malah memberikan pilihan yang tentu saja tak akan dipilih Karin.

Donwori mau memberikan rumah tersebut asalkan Karin mau tanda tangan di atas materai. Menyetujui kalau Karin tidak akan menikah lagi setelah bercerai dengan Donwori. 

Rupanya Donwori ini tak menghendaki perceraian. Namun, Karin yang ngotot dengan alasan sudah tak ada lagi kecocokan. Sementara Donwori tak percaya dengan alasan itu. Dan Donwori menuduh Karin sudah ada main dengan pria lain. Dia mau memakai rumah tersebut untuk ditinggali bersama. "Sampek aku ditelepon. Wingi diajak nok notaris," lanjut Karin menggebu-gebu.

Diberikan persyaratan tak masuk akal seperti itu, tentu Karin tak terima. Namanya cerai ya selesai. Donwori tak boleh ikut campur urusannya. Apalagi perihal jodoh, siapa yang tahu. Hari ini bercerai, siapa tahu satu minggu atau dua hari kemudian menemukan lagi yang lebih pas. 

Awalnya Karin sendiri juga sempat galau dengan persyaratan Donwori itu. Ia bahkan berkali-kali konsultasi pada pengacaranya. Hingga ia memiliki keberanian diri untuk tetap maju. "Katanya gak ada istilahnya cerai perjanjian begitu. Dia (Donwori, Red) aja seenaknya sendiri, " lanjutnya.

Setelah diyakinkan bahwa suatu saat ia dapat menuntut rumahnya, Karin akhirnya tetap maju untuk melanjutkan gugatannya. Seberapa kali pun Donwori membujuknya untuk kembali rujuk.

"Wes, Mas. Aku wes cukup karo sampeyan. Aku wes gak kuat. Awak dewe pisah apik-apik ae," tukasnya, mengulang kata-kata yang selalu ia lontarkan kepada Donwori berapa bulan belakangan. (*/opi)

 

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia