Sabtu, 25 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Gresik

Jalan di Perempatan Segoromadu Rusak, Etalase Kota Dibiarkan Bopeng

29 Maret 2019, 15: 37: 32 WIB | editor : Wijayanto

RUSAK: Kondisi jalan di perempatan Segoromadu yang berbatasan dengan Surabaya terlihat rusak, bergelombang dan rawan kecelakaaan.

RUSAK: Kondisi jalan di perempatan Segoromadu yang berbatasan dengan Surabaya terlihat rusak, bergelombang dan rawan kecelakaaan. (M FIRMANSYAH/RADAR GRESIK)

Share this      

Entah disadari atau tidak, kondisi jalan di perempatan Segoromadu rusak dan berlubang sejak 6 bulan terakhir. Herannya, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) tidak mencoba memperbaiki, kendati hanya sekedar menambal.

M Firmansyah-Wartawan Radar Gresik

MEMASUKI Kota Gresik dari arah Surabaya pasti akan melintas di perempatan Segoromadu. Di tengah perempatan itu, kondisi jalan jauh terkesan sebagai etalase kota penyangga metropolitan. Sebab, badan jalan dihiasi kerikil dan debu dengan permukaan jalan yang berlubang dan rusak.

Perempatan yang hanya berjarak sekitar 3 Km dari rumah pribadi Bupati Gresik Sambari Halim Radianto ini nyaris tak tersentuh oleh perbaikan. Sebab, sejak 6 bulan terakhir wajah jalan dibiarkan bopeng, berlubang, berair, dan bergelombang.

Bahkan pada jam masuk kerja, kemacetan kerap terjadi di sekitar perempatan Segoromadu. Puluhan bahkan mungkin ribuan pengendara hanya mengelus dada melihat wajah pintu masuk Kota Gresik dibiarkan tak terurus.

Lutfi Andrianto, karyawan PT Barata Indonesia mengaku, dia sering terhambat saat masuk ke kantornya yang kebetulan di ujung Utara perempatan Segoromadu. Agar tidak telat masuk ke kantor dirinya harus barangkat usai salat shubuh. Sebab jika tidak begitu, dirinya akan terjebak kemacetan kurang lebih satu jam akibat volume kendaraan yang tinggi.

“Sebenarnya kalau jalannya tidak rusak, kemacetan tidak sampai panjang. Berhubung jalan rusak, ditambah volume kendaraan tinggi sehingga saat lampu hijau masih banyak kendaraan yang lajunya tertahan karena kendaraan di depannya menurunkan kecepatannya,” tuturnya,

Hal yang sama juga disampaikan, Moh Nurul Huda karyawan PT Indospring Gresik. Dia menuturkan, jika pagi dan sore hari kemacetan tidak hanya timbul arus lalu lintas masuk kota (dari surabaya) melainkan juga sebaliknya, dari dalam kota juga mengalami kemacetan yang cukup panjang.

“Untungnya saya menggunakan sepeda motor sehingga bisa masuk ke gang-gang sempit. Kalau bawa kendaraan roda empat atau lebih tentu ini sangat merugikan,” katanya.

Ketua Komisi III DPRD Gresik, Asroin Widiana tidak menampik kerusakan jalan pada simpang empat Segoromadu mengakibatkan kemacetan panjang. Meskipun demikian, secara kewenangan bukan tanggung jawab Dinas PU Bina Marga Gresik. Sebab, lokasinya berada di Gresik.

Namun DPU seharusnya memiliki tanggung jawab moral untuk memperbaiki yang bersifat darurat. Tidak malah dibiarkan,” tegas Asroin.

Menurutnya, selama ini Dinas PU Bina Marga kurang reaktif dalam menangani berbagai permasalahan jalan di Gresik. Untuk itu pihaknya mendorong agar Pemkab Gresik segera berkoordinasi dengan Balai Besar Pemeliharaan Jalan Negara (BBPJN) VIII untuk melakukan langkah perbaikan. “Bagaimanapun juga yang dirugikan adalah masyarakat Gresik sebab ini akses masuk dan keluar kota,” tandasnya.

Kasatlantas Polres Gresik, AKP Wikha Ardilestanto menambahkan, pihaknya selalu menginformasikan adanya kerusakan jalan ke Dinas PU Bina Marga Gresik. Itu disampaikan melalui Forum Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ). Dari hal tersebut ada laporan yang langsung ditangani dan ada juga yang masih menunggu hal lain.

“Setiap ada jalan rusak selalu difoto oleh anggota saya dan dikirimkan ke grup WA LLAJ. Ini bentuk dari respon kami terhadap keluhan kemacetan masyarakat khususnya jalan rusak,” kata Wikha.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Gresik, Dianita Tri Astuti mengaku, pihaknya sudah mengirimkan surat permohonan perbaikan ke BBPJN VIII. Namun, hingga kini tim BBPJN VIII sedang melakukan perbaikan di wilayah lain. “Sudah kami kirim suratnya mungkin masih menunggu giliran,” katanya.

Dia menjelaskan, kerusakan jalan di simpang empat segoromadu diakibatkan banyak faktor. Mulai dari adanya drainase air dibawah, adanya galian pipa gas serta faktor beban muatan kendaraan yang melintas.

“Sebagus apapun jalan dibangun apabila kendaraan yang melintas tidak sesuai dengan batas tonase tentu akan rusak terus,” jelasnya.  (fir/ris)

(sb/fir/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia