Kamis, 23 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Pertajam Budaya Literasi dengan Akses Buku Murah

28 Maret 2019, 09: 00: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

JENDELA DUNIA: Pengunjung melihat buku dalam pameran buku Out of The Boox di JP Books, Rabu (27/3).

JENDELA DUNIA: Pengunjung melihat buku dalam pameran buku Out of The Boox di JP Books, Rabu (27/3). (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Indonesia menempati negara dengan budaya literasi nomor dua terendah dunia. Rendahnya minat baca masyarakat dipengaruhi kurang kesadaran masyarakat akan pentingnya budaya membaca. Hal ini diperparah dengan harga buku yang masih dianggap mahal. Pameran buku merupakan kesempatan untuk kembali menghidupkan budaya literasi dengan menghadirkan koleksi buku yang lebih terjangkau. 

Kepala Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kota Surabaya Aries Hilmi menjelaskan, minat baca di Kota Surabaya juga tergolong sangat rendah. Salah satu indikator rendahnya budaya literasi ini adalah kemampuan menulis dan menceritakan kembali para siswa yang masih rendah,"Kemampuan SPOK (subjek, predikat, objek, keterangan, Red) masih rendah, juga struktur dan susunan cerita. Akibat rendahnya kemampuan memahami sebuah bacaan," jelasnya di sela-sela acara bazar buku Out of The Boox di JP Books Jalan Karah Agung, Rabu (27/3). 

Akibat rendahnya minat baca, berpengaruh pada banyak hal. Salah satunya masyarakat kita yang malas membaca petunjuk dan syarat ketentuan dari suatu hal atau produk, yang sebenarnya harus dipahami secara detail. Sehingga dapat mendapatkan informasi yang informatif.

Kota Surabaya menargetkan literasi di Indonesia lima tahun ke depan setara dengan negara-negara tetangga. Yang sudah masuk jajaran 10 besar. Kegiatan seperti ini, Aries harapkan, bisa dikembangkan lebih luas dengan bersinergi dengan pemerintah dan sekolah mengadakan event untuk meningkatkan dua komponen utama literasi, menceritakan kembali dan menulis ulang.

Untuk itulah, bazar buku Out Of The Boox kembali digelar. Bazar buku yang diinisiasi oleh PT Mizan Permana dan JP Books ini menghadirkan ratusan ribu koleksi jenis buku dalam dan luar negeri. Acara ini berlangsung mulai 27 Maret hingga 6 April 2019.

"Bagaimana meningkatkan budaya literasi kalau harga buku mahal. Makanya, buku yang di jual di sini semuanya sudah di-downgrade. Sehingga kami harapkan jadi sumbangsing meningkatkan budaya literasi di Surabaya, dengan buku yang semakin terjangkau,” ujar Direktur PT Mizan Permana Janu Permana, Rabu (27/3). 

Koleksi buku yang dihadirkan pun permacam-macam. Mulai dari buku bergenre fiksi, non fiksi, buku anak-anak, hingga religi. Harapan yang sama juga disampaikan oleh Direktur JP Press Media Utama Ali Murtadlo. Ia sampaikan, bazar buku diharapkan mampu menghidupkan kembali gairah industri perbukuan. "Yang penting untuk para orang tua, bagaimana membiasakan anak berkunjung ke toko buku, ketimbang ke mal, karena today's reader, tomorrow is leader," ujarnya. (is/nur)

(sb/is/jek/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia