Jumat, 15 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Iso Ae

Di Rumah Disayang-sayang, Di Medsos Dijelek-jelekkan

28 Maret 2019, 01: 10: 59 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi Iso Ae

Ilustrasi Iso Ae (GRAFIS: FAJAR KRISNA)

Share this      

Saat masih jadi pasangan, disayang-sayang. Giliran sudah jadi mantan, dijelek-jelekkan. Ada yang seperti itu? Buuuuaanyaaaak. Salah satunya yang terjadi pada Karin, 48. Aibnya dibongkar semua di media sosial (medsos) oleh suaminya sendiri, Donwori, 52, setelah Karin ngengkel minta cerai.

Ismaul Choiriyah-Wartawan Radar Surabaya 

“Lanangan kok lambene lamis,” celetuk Karin saat membeberkan masalah rumah tangganya di kantor pengacara, dekat Pengadilan Agama (PA) Klas 1A Surabaya, kemarin. Ucapan itu agaknya datang dari hatinya yang paling dalam.

Karin kesal bin malu. Suaminya sediri, tega menjelek-jelekkan namanya di halaman Facebook  yang notabene bisa dilihat oleh semua orang. Tak terhitung sudah, berapa banyak status menghina yang Donwori buat untuk Karin. Mulai dari dituduh  punya pria idaman lain (PIL), istri durhaka, istri malas, dan segala macam tudingan lain.

Hingga seremeh masalah makan pun, dibawa-bawa. “Diilokno, aku lek masak gak pernah nuruti apa sing dekne pingini. Aku Cuma ngikuti selerane anak-anak. Dudu seleraku. Jenenge wong tuwo iku ya nuruti anak. Gak karepe dewe," keluh Karin lagi. 

Donwori bahkan tak sungkan menumpahkan sumpah serapah menuduh Karin punya PIL hingga minggat dari rumah.  Tuduhan tersebut dilayangkan Donwori  setelah Karin dikenalkan dengan laki-laki teman sahabatnya. Yang dari pengakuan Karin sih, si laki-laki itu hanyalah teman biasa. Tak lebih.

Saking sarkastisnya celotehan Donwori, bahkan perempuan yang simpatik dengan Karin pun turut mengomentari pria bertubuh tambun itu. Mengatakan tak baik memaparkan aib istri di depan orang banyak. Namun dasar Donwori, dinasehati  pun menter. Ia malah meladeni laki-laki julid yang juga ikut membandingkan istri masing-masing di kolom komentar Donwori. 

Sebenarnya, alasan Karin meninggalkan Donwori gara-gara tak tahan. Penyakit bipolar yang diderita Donwori, makin lama makin menjadi. Itulah mengapa Karin minggat, balik ke rumah lamanya.

Sempat, Karin mengingat-ingat masa lalu. Suatu saat Donwori mencari minyak kayu putih sebelum berangkat kerja. Karena tak kunjung nemu, Donwori ngamuk. Bahkan menghujani Karin dengan kata-kata kotor.

Namun ketika pulang, Donwori akan berubah drastis. Senyam-senyum sendiri seakan lupa pada kata-kata kasarnya kepada Karin. Yang seperti itu, tak hanya terjadi sekali dua kali. Puluhan kali.

Yang membuat Karin makin tak tahan, Donwori selalu menganggap remeh semua permasalahan. Setiap Karin membicarakan hal serius, Donwori sering kali hanya menimpali dengan guyonan. Bahkan urusan seberat cerai pun, dianggap Donwori sebagai gertakan saja.

"Wes, bolak-balik ngene iki. Setiap aku ngomong serius, dia mesti menghindar. Kalau enggak ya guyon," timpalnya, seusai menunjukan rekaman percakapanya di telepon. 

Yang membuat Karin makin geregetan, Donwori orangnya juga perhitungan. Seribu rupiah saja keluar dari dompetnya, Donwori akan catat sedetail-detailnya.

Bahkan, sampai sisa belanjaan Karin juga diminta. Padahal Karin sengaja menyisihkan untuk tabungan. Jadi prinsip Karin, daripada diminta kembali, ya mending dihabiskan saja. "Aku seminggu dijatah satu juta. Kalau sisa, ya diminta. Ancen bojo aneh kok wong iku," pungkasnya menyudahi curhatannya kepada Radar Surabaya. (*/opi)

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia