Sabtu, 20 Jul 2019
radarsurabaya
icon featured
Iso Ae

Anak Dipaksa Ngaku Selingkuh, Bapak Tak Terima

27 Maret 2019, 01: 35: 59 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi Iso Ae

Ilustrasi Iso Ae (GRAFIS: FAJAR KRISNA)

Share this      

Melindungi anak-anak adalah naluri seorang ayah. Bahkan, meskipun si anak sudah menjadi milik orang lain sekali pun, ayah akan maju paling depan ketika mendengar buah hatinya tersakiti. Seperti Kamidi, 58, ayah Karin, 29, ini. Yang tak terima anaknya difitnah Donwori, 33, suami Karin. 

Ismaul Choiriyah-Wartawan Radar Surabaya

Siapa pun yang berada di posisi Karin pun, juga tak akan terima. Bagaimana bisa terima, bercerai yang mengajukan Donwori, alasan utamanya karena ekonomi. Tapi, Karin disuruh mengaku selingkuh dengan pria idaman lain (PIL). Katanya, agar urusan persidangannya dipercepat hakim.

Masalahnya, Karin diperintah-perintah begitu, orangnya woles saja. Nurut saja. Saking nurutnya, justru membuat khawatir orang di sekitarnya. 

"Aku wes ngomong, ojok gelem. Ngawur ae. Lek tonggo ngerti kabeh kon cerai goro-goro selingkuh, elek jenengmu. Tapi, anakku iku ancen pengku. Diomongi angel," curhat Kamidi, kemarin sore (25/3), di kantor pengacara dekat Pengadilan Agama (PA) Klas 1A Surabaya. 

Karena Karin yang tak bisa dinasehati, akhirnya ia lah yang maju. Setelah mengantar sang anak kerja, Kamidi mampir ke kantor pengacara. Meminta bantuan pengacara untuk menemani Karin di persidangan. Dan membujuk anak semata wayangnya agar mau jujur saja.

Mengapa Kamidi senekat itu ikut campur, ia punya alasan. Ya orang tua mana yang rela anaknya disakiti. Apalagi ia sudah tahu sejak lama permasalahan anak dan mantunya ini. Sebenarnya, perceraian itu dipicu  masalah kecil. Jual menjual rumah yang tak sejalan. "Lakinya mau jual rumah, tapi sama anak saya gak boleh. Mpun niku mawon kok, Mbak," ceritanya terbata-bata menahan air mata. 

Sebenarnya, rumah yang  mereka permasalahkan adalah rumah kos-kosan peninggalan orang tua Donwori. Donwori nekat mau menjual karena ingin pegang uang dalam nominal besar. Namun keinginan Donwori dihalangi Karin, karena eman. Karena sebenarnya Donwori juga dapat pemasukan tambahan yang cukup setiap bulan dari rumah kos-kosan itu. 

Namun usulan itu diabaikan, gara-gara Donwori merasa Karin tak berhak bersuara. Istilahnya,  Donwori meminta Karin diam saja. Namun, Karin juga kekeuh menahan Donwori untuk sembrono. 

"Aku wes dikandani pak pengacara mau, Mbak. Lek cerai alasane selingkuh, dekne gak oleh opo-opo. Tapi, lek dekne jujur, malah iso oleh tunjangan masa iddah, nafkah anak, maddiah, mut'ah. Olehe akeh. Tapi, ancene sik enom gak iso dikandani," tukasnya geram. Memang kasih orang tua sepanjang masa ya. (*/opi)

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia