Selasa, 23 Apr 2019
radarsurabaya
icon featured
Persona Surabaya
Imam Mustafa, Desainer Kebaya Asal Surabaya

Desainkan Kebaya Nikah, Dibayar Pecel Satu Minggu

26 Maret 2019, 18: 37: 00 WIB | editor : Wijayanto

IDOLA: Imam Mustafa mengepas busana yang bakal digunakan Bunga Jelitha, Puteri Indonesia 2017.

IDOLA: Imam Mustafa mengepas busana yang bakal digunakan Bunga Jelitha, Puteri Indonesia 2017. (ISTIMEWA)

IMAM Mustafa sangat respect pada orang yang menghargai karyanya. Ia bahkan pernah membuatkan kebaya pengantin dengan harga belasan juta, dan hanya dibayar sarapan pecel selama satu minggu.

Ceritanya, di tahun 2016 seorang penjual pecel asal Kediri mengirimi pesan desainer 30 tahun itu, berkali-kali lewat media sosial. Tepatnya di akun Facebook-nya.

Ibu tersebut ingin  Imam Mustafa mendesainkan baju kebaya untuk anaknya yang akan menikah. Sayangnya, si ibu itu mengaku blak-blakan tak mampu membayar rancangan pria kelahiran Sumenep itu.

Awalnya, Imam Mustafa mengabaikan pesan itu. Namun saking seringnya dikirimi pesan, ia me-notice pesan tersebut. "Saya bilang, ‘Ibu anaknya suruh datang ke butik saya. Saya buatkan baju. Bayarnya cukup pakai pecel satu minggu saja’," cerita Imam Mustafa pada Radar Surabaya, belum lama ini.

Imam sendiri tidak mau menyebutkan nominal pasti, harga kebaya yang ia desainkan untuk anak si penjual pecel itu. Yang jelas, aku Imam Mustafa, harganya lumayan. Saking lumayannya, ia sampai dimarahi habis-habisan oleh sang istri. Namun yang menyenangkan, ia berkesempatan dikirimi pecel setiap hari selama satu minggu.

Menariknya, mantan guru Bimbingan Konseling (BK) ini rela naik sepeda motor jauh-jauh bersama asistennya kala itu, dari Surabaya ke Kediri. Ya hanya untuk mengantarkan langsung kebaya desainnya. "Kenapa saya mau mendesainkan gratis, karena tidak semua orang memberi apresiasi terbaik. Orang itu menghargai karya kita, karena kita dipercaya untuk mewakili perasaan mereka. Ketika orang itu suka, berarti ada yang menyenangkan yang ada di diri kita dan saya menghargai itu," urai Imam Mustafa tentang alasannya mendesainkan gaun pengantin untuk anak si penjual pecel tersebut. (is/opi)

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia