Jumat, 22 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya
Dikendalikan Bandar yang Napi di Lapas Porong

5 Pengedar Sabu Aceh Selundupkan 980 Gram SS dalam Sandal

26 Maret 2019, 19: 30: 59 WIB | editor : Wijayanto

DISERGAP: Petugas BNN Jatim membawa salah satu tersangka yang berhasil diamankan.

DISERGAP: Petugas BNN Jatim membawa salah satu tersangka yang berhasil diamankan. (YUAN ABADI/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Satu per satu jaringan peredaran narkoba di Jawa Timur, khususnys di Surabaya, berhasil dibongkar Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jatim. Dari upaya itu, petugas mengamankan lima orang tersangka. Mereka adalah jaringan peredaran narkoba asal Aceh. Dari kelima tersangka yang ditangkap, petugas mengamankan narkotika jenis sabu-sabu (SS) seberat hampir 1 kilogram atau persisnya 980 gram.

Lima orang tersangka yang ditangkap pada Selasa (26/3) dinihari itu di antaranya adalah Yuto, 59, warga Jalan Klumprik Barat Nomor 40, Balas Klumprik, Wiyung, Surabaya. Berikutnya adalah Roes, 47, warga Jalan Cabean Nomor 40 Surabaya dan Troy, 59, yang merupakan narapidana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas 1 Surabaya di Porong, Sidoarjo. Sementara dua tersangka lain berasal dari Aceh berinisial MUR, 28, dan AD, 25.

Kabid Berantas BNNP Jatim, AKBP Wisnu Candra mengatakan, penangkapan kelima tersangka dilakukan pada Sabtu (23/3) lalu. Hal itu berawal saat timnya mendapat informasi adanya kurir asal Aceh yang masuk ke Surabaya melalui Bandara Internasional Juanda. Mereka adalah MUR dan AD. Setelah itu, anggota melakukan pembuntutan hingga keduanya ditangkap saat melintas di bypass Juanda.

"Saat ditangkap, kedua tersangka ini mengaku akan mengantarkan narkoba kepada Yuto yang sudah menunggu mereka. Kami lantas kembangkan dan Yuto juga kami amankan," jelas Wisnu Candra, Selasa (26/3).

Penangkapan Yuto tak lantas membuat anggota BNNP berhenti. Keterangan Yuto dikorek untuk mendapatkan nama pelaku lain. Yuto mengaku jika ia disuruh oleh Troy yang merupakan napi Lapas Porong. "Kami kembangkan lagi hingga menangkap Roes. Dia kami amankan di rumahnya," imbuhnya.

Wisnu mengatakan, kelima pelaku merupakan jaringan bandar narkoba yang memesan sabu dari Aceh. Mereka biasanya secara estafet memasok narkoba asal Aceh ke Surabaya. Pemesannya adalah Troy yang saat ini mendekam di Lapas Porong. "Pemesanan ini sudah dilakukan beberapa kali ," ungkap Wisnu Candra.

Wisnu mengatakan bahwa modus penyelundupan sabu dari Aceh ini juga unik. Caranya diselipkan dalam sandal pelaku MUR dan AD yang sudah dimodifikasi. Hanya saja sandal itu tak dipakai, melainkan dimasukkan ke dalam kardus. Setelah dibongkar, baru ketahuan ada empat paket sabu seberat 980 gram.

"Kami sempat dibuat bingung saat mencari barang bukti narkoba itu. Selain tersangka terus mengelak, ia juga rapi menyembunyikan SS itu di sandalnya," terangnya. Selain sabu 980 gram, petugas juga mengamankan 15 unit smartphone dan dua buah mobil sebagai sarana kejahatan.

Wisnu mengatakan jika petugas BNNP Jatim sudah lama mengincar jaringan ini. Namun mereka beberapa kali kerap berganti-ganti modus baru dan lolos dari pengintaian. Atas perbuatannya, kelima tersangka dijerat dengan pasal 112 dan 114 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Selain itu semua pelaku juga dijerat dengan pasal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara. (yua/jay)

(sb/yua/jay/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia