Rabu, 23 Oct 2019
radarsurabaya
icon featured
Gresik

Dinkes Gresik Janji Sembuhkan Bocah Penderita Gizi Buruk

26 Maret 2019, 14: 50: 56 WIB | editor : Wijayanto

MULAI SEHAT: Kondisi bayi Alveera Rizqy, 2, sudah semakin membaik setelah dirawat di RSUD Ibnu Sina beberapa hari terakhir.

MULAI SEHAT: Kondisi bayi Alveera Rizqy, 2, sudah semakin membaik setelah dirawat di RSUD Ibnu Sina beberapa hari terakhir. (ISTIMEWA)

Share this      

GRESIK - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gresik berjanji untuk membantu kesembuhan Alveera Rizky bayi 2 tahun yang terindikasi menderita gizi buruk. Dinkes mulai melakukan identifikasi setelah beberapa waktu lalu pasien tersebut dimasukkan ke rumah sakit oleh anggota DPRD Gresik Syaichu Busyiri.

Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat Dinkes Gresik dr. Mukhibatul Khusnah mengatakan pihaknya sudah mengunjungi pasien tersebut. Kondisinya sudah mulai membaik dari sebelumnya. “Sudah tampak sehat dan tidak diare lagi,” ujarnya melalui Kabag Humas Sutrisno.

Meski kondisinya membaik, akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Hal ini karena bayi tersebut menangis dan memberontak saat akan diperiksa dokter spesialis. Namun berdasarkan pemeriksaan saat masuk ke RS Ibnu Sina, bayi tersebut diduga mengalami sakit yang lain. “Kami akan memeriksa lebih detail lagi dengan eco,” terang dia.

Dari informasi yang didapatkan Dinkes, pasien tersebut sudah mendapatkan bantuan sosial selama proses pengobatan. “Kami dari Dinas Kesehatan Gresik siap mengawal pasien tersebut sampai sembuh,” ungkap dia.

Sebelumnya, Anggota DPRD Gresik Syaichu Busyiri mendapatkan laporan terkait adanya adanya bayi berusia dua tahun yang menderita gizi buruk di Kelurahan Kroman, Kecamatan Gresik. Pihaknya langsung mendatangi keluarga korban dan memastikan memang bayi tersebut mengalami gizi buruk. "Saya coba bawa ke puskesmas dulu. Nanti dilihat dulu apakah memang harus di bawa ke rumah sakit atau seperti apa," ujarnya.

Dirinya mengaku merasa miris dengan kondisi ini. Sebab, Pemerintah Gresik yang selalu menyampaikan APBD-nya besar ternyata masih ada kejadian seperti ini. "Saya jelas miris sekali melihat kondisi ini. Apalagi yang bersangkutan tinggal di wilayah Kota Gresik," ungkap dia. Kalau di kota saja seperti ini, bagaimana kondisi di wilayah yang ada di pedesaan. "Di kota saja tidak terpantau apalagi yang di desa," imbuhnya. (rof)

(sb/rof/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia