Kamis, 25 Apr 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Khofifah Bersyukur Pelajar Jatim Terbanyak Lolos SNMPTN

26 Maret 2019, 07: 00: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jatim

Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jatim (dok)

SURABAYA – Jawa Timur (Jatim) menjadi provinsi dengan jumlah siswa terbanyak yang lolos Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri  (SNMPTN). Dari 93.321 jumlah calon mahasiswa yang lolos ke perguruan tinggi negeri (PTN) tahun ini, sebanyak 13.737 orang berasal dari Jatim. Hal ini membanggakan sekaligus membuat Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bersyukur. 

“Ini prestasi yang membanggakan. Saya berharap capaian ini diikuti dengan prestasi lainnya,” ungkap Khofifah, Senin (25/3). 

Khofifah mengatakan, untuk peringkat kedua dan ketiga, ditempati oleh Provinsi Jawa Barat dan Sumatera Utara. Yakni dengan jumlah peserta SNMPTN yang lolos masing-masing sebanyak 9.392 orang siswa dan 7.937 orang siswa. 

Lebih lanjut Khofifah mengatakan, sebanyak 2.769 siswa di antaranya merupakan peserta program Bidikmisi. Yakni program bantuan biaya kuliah untuk yang tidak mampu secara ekonomi, tapi mempunyai prestasi akademik. Seluruh siswa asal Jatim tersebut akan menyebar di 85 perguruan tinggi diseluruh Indonesia. 

Mantan Menteri Sosial ini meminta kepada peserta yang lolos agar segera melakukan pendaftaran ulang. Ia juga mengimbau kepada yang belum lulus untuk tidak berkecil hati. “Untuk masuk perguruan tinggi negeri masih bisa melalui jalur SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri, Red) dan jalur mandiri universitas. Asal mau belajar, insya Allah bisa lolos dan menyusul,” tuturnya. 

Keterangan Khofifah juga diperkuat pernyataan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohammad Nasir. Menurutnya jumlah peserta SNMPTN 2019 terbanyak berada di Provinsi Jatim. Selain itu, jumlah siswa yang diterima pun terbanyak di Provinsi Jatim. 

“Kalau kita lihat dari nasional, kita lihat persentase pendaftar dan yang diterima, paling tinggi di Jatim. Yang diterima itu sebanyak 13.737 siswa,” katanya.

Nasir mengatakan, bagi siswa yang sudah lolos tahap SNMPTN 2019 tidak diperkenankan kembali mendaftar SBMPTN. “Banyak mereka calon mahasiswa yang telah mendaftar di SNMPTN lalu kemudian diterima. Setelah dia diterima kemudian dia tidak registrasi ulang namun dia mendaftar di SBMPTN. Akibatnya banyak kursi yang ada di SNMPTN ini kosong,” pungkasnya. (mus/nur)

(sb/jpg/jek/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia