Jumat, 26 Apr 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya
Pelaksanaan UNBK SMK di Surabaya

Kekurangan Komputer, Sekolah Harus Sewa hingga Pinjam Laptop ke Siswa

25 Maret 2019, 23: 56: 21 WIB | editor : Wijayanto

SERIUS: Sejumlah siswa mengerjakan soal Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMKN 6 Surabaya, Senin (25/3).

SERIUS: Sejumlah siswa mengerjakan soal Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMKN 6 Surabaya, Senin (25/3). (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

SURABAYA - Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat sekolah menengah kejuruan (SMK) berlangsung empat hari mulai Senin (25/3) hingga Kamis (28/3). Di SMKN 6 Surabaya, UNBK diikuti 822 siswa. Empat di antaranya adalah siswa inklusi.

Untuk memenuhi kebutuhan komputer, pihak sekolah harus menyewa ke pihak swasta dan meminjam laptop ke beberapa siswa. SMKN 6 hanya punya 225 unit komputer. Sedangkan satu sesi ujian berlangsung ada 272 siswa.

Wakil Kepala SMKN 6 Surabaya Rudiyati menuturkan bahwa pihak sekolah kekurangan sebanyak 45 unit komputer. "Siswanya kami kan banyak. Maka, kami pinjam dan sewa dari swasta," ujarnya, Senin (25/3).

CANGGIH: Petugas memantau pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMKN 6, Surabaya, Senin (25/3).

CANGGIH: Petugas memantau pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMKN 6, Surabaya, Senin (25/3). (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Untuk menghadapi ujian ini, para siswa diimbau datang satu jam lebih awal dari jadwal yang telah ditentukan. Pihak sekolah juga menyediakan teh hangat untuk membuat siswa lebih tenang. "Siswa boleh minum teh itu. Kita sediakan biar mereka rileks," tambahnya.

Untuk menghindari kejadian contek-mencontek, sejak masuk, dari gerbang sekolah ponsel milik siswa sudah diamankan oleh beberapa guru untuk disimpankan sementara. Di ruang kelas juga terpasang CCTV agar mudah memantau jalannya UNBK.

"Ini kita bisa mantau siswa. Barangkali ada yang mencurigakan atau ada kendala di sana, bisa langsung terpantau," ujar Rudiyati sembari menunjuk layar HP.

Selama empat hari UNBK, ada empat mapel yang diujikan. Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, dan Teori Kejuruan. UNBK ini dibagi atas tiga sesi. Sesi satu ujian dimulai pukul 07.30-09.30, sesi dua pukul 10.30-12.30, sesi tiga pukul 14.00-16.00.

Satu ruangan ujian berisi 20 siswa. Tiap ruangan diberikan dua komputer cadangan. "Dicadangkan dua. Untuk jaga-jaga ada komputer hang, semua ruangan begitu," katanya.

Choirul Anwar, 18, salah satu siswa inklusi slow learner dari kejuruan tata boga mengaku sudah siap menghadapi ujian ini karena sudah belajar dan latihan-latihan soal. "Targetnya nilai di atas delapan," ungkap remaja yang bercita-cita jadi koki ini.

UNBK meskipun memakai akses internet, siswa-siswi mengerjakan ujian dengan sistem semi-online. Jadi, soal yang disediakan Kemendikbud harus diunduh terlebih dahulu. Dikirim dari server pusat ke server lokal sekolah. Siswa baru bisa mengerjakan tetapi secara offline.

Setelah selesai mengerjakan, hasil ujian dikirim kembali ke server pusat melalui server sekolah. Tahun ini, UNBK serentak diikuti 9.829 SMK dengan peserta mencapai 3.659.696 siswa di seluruh Indonesia. Sebanyak 1.937 SMK di antaranya berasal dari Jawa Timur. Sebanyak 103 SMK dari Kota Surabaya. (rpp/jay)

(sb/jpg/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia