Kamis, 25 Apr 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Pemkot Tambah PLTSa di Tenggilis Tengah untuk Sinari Taman Kota

25 Maret 2019, 23: 41: 17 WIB | editor : Wijayanto

LISTRIK SAMPAH: Wali Kota Tri Rismaharini saat meninjau PLTSa di TPA Benowo.

LISTRIK SAMPAH: Wali Kota Tri Rismaharini saat meninjau PLTSa di TPA Benowo. (NET)

SURABAYA  - Pemerintah kota (Pemkot) Surabaya terus berupaya keras mengelola keberadaan sampah dengan baik. Tidak hanya menekan angka pertambahannya dengan strategi daur ulang, tapi juga memanfaatkan sampah yang ada sebagai sumber energi listrik. 

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, balum lama ini, memberikan wacananya untuk menambah tempat pembuangan akhir (TPA) tambahan. Tujuannya agar sampah dapat berkurang.

Seiring ditambahnya TPA tersebut, rencananya Wali Kota juga akan menambah Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di kawasan Surabaya Timur. Sebelumnya, pemkot sudah mempunyai satu TPA dan PLTSa di kawasan Benowo, Surabaya Barat.

Risma-- sapaan karib Tri Rismaharini-- mengatakan ada beberapa rumah kompos yang saat ini sudah dapat menghasilkan energi listrik. Di antaranya rumah kompos Bratang yang mampu mengubah sampah menjadi energi listrik sebesar 2 kilowatt (kW). Sementara untuk rumah kompos Jambangan, dapat memproduksi listrik hingga sebesar 4 kW.

“Di kawasan Wonorejo (Surabaya Timur, Red) itu bisa menghasilkan 4 kilowatt listrik. Mudah-mudahan ini juga bisa 4 kilowatt. Ia Lokasinya di rumah kompos Tenggilis,” kata Risma.

Ia mengungkapkan, listrik yang dihasilkan dari tempat pembuangan sampah (TPS) tersebut digunakan pemkot untuk menyinari taman-taman yang ada di Kota Pahlawan. “Lampu-lampu taman itu ya pakai listrik dari sampah lho,” ingatnya.

Lebih lanjut Risma mengatakan, pihaknya berencana membangun TPS untuk kawasan Surabaya Timur yang berlandaskan pada Reus, Reduce, dan Recycle (3R). Letaknya di sekitar Kantor Taman Rayon Timur, Jalan Tenggilis Tengah. Saat ini lokasi tersebut digunakan sebagai rumah kompos. “Kita akan buat TPS untuk kawasan Surabaya Timur yang 3R,  kita kurangi sampah di TPA,” jelasnya.

Wali kota perempuan pertama di Surabaya ini juga menyampaikan, tahun 2019 kota Surabaya akan mendapatkan 11 Mega Watt dari TPA Benowo yang dimanfaatkan sebagai sumber listrik.

“Ini kita jual (investasikan, Red) ke PLN. Sekarang masih 2 Mega Watt. Nanti, belum tahu PLN mau dibuat apa. Kalau PAD-nya (Pendapatan Asli Daerah) kita dapat dari sewa lahannya,” jelasnya.

Risma yang masuk dalam kategori 100 orang berpengaruh terhadap lingkungan ini mengaku tidak hanya membangun TPS di lokasi tersebut. Pemkot Surabaya juga bakal membangun taman baru yang berdampingan dengan TPS. Hal ini dilakukan sebagai upaya pemkot untuk mengoptimalkan lahan kosong yang ada. Menurutnya, jika cara pengelolaan sampah dilakukan dengan benar, maka tidak akan menimbulkan bau ataupun aroma yang tak sedap. “Nggak bau kok kalau ngolahnya (sampah, Red) bener. Insya Allah tahun ini selesai,” terangnya.

Penambahan di wilayah Wonorejo, kata Risma, supaya lebih banyak menampung pembuangan sampah wilayah Surabaya Timur dan dapat di kelola dengan tepat. “Sekarang sudah dapat dan sudah disurvei juga lokasinya. Tinggal eksekusi. Kali ini lokasinya mengarah ke bozem yang ada di kawasan Wonorejo,“ urainya. (gin/opi)

(sb/gin/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia