Kamis, 25 Apr 2019
radarsurabaya
icon featured
Sidoarjo

Bupati Minta Dewan Legawa Wujudkan Rumah Sakit di Barat

25 Maret 2019, 19: 21: 38 WIB | editor : Wijayanto

SEPI: Lahan calon pembangunan rumah sakit barat.

SEPI: Lahan calon pembangunan rumah sakit barat. (VEGA DWI ARISTA/RADAR SURABAYA)

SIDOARJO - Rencana pembangunan RSUD Sidoarjo Barat sudah lama digulirkan. Namun, hingga triwulan ketiga tahun ini belum ada tanda-tanda rumah sakit yang berlokasi di Kelurahan Tambak Kemerakan, Kecamatan Krian, itu bakal dibangun. Bupati Sidoarjo Saiful Ilah berharap segera ada kepastian dari dewan dan pihak terkait.

Bupati yang akrab disapa Abah Ipul menegaskan, keberadaan rumah sakit di kawasan barat tersebut sangat mendesak karena RSUD Sidoarjo sudah kewalahan menangani lonjakan pasien.

Bupati menegaskan, konsep pembangunan RSUD Sidoarjo Barat dengan Kerja Sama Pemerintah Badan Usaha (KPBU) sebenarnya sudah matang. Apalagi, rencana tersebut juga sudah didukung oleh Gubernur Jatim saat itu Soekarwo maupun kemeterian terkait. “Sebenarnya tidak ada masalah soal KPBU. Tinggal dilaksanakan saja,” katanya.

Hanya saja, sebagian besar fraksi di DPRD Sidoarjo menolak konsep KPBU yang digulirkan eksekutif. Fraksi PKB yang terus mendukung konsep KPBU karena dianggap lebih efektif. Abah Ipul berharap dewan bisa legawa dengan rencana pembangunan rumah sakit di kawasan barat.

Sebab, penolakan KPBU itu pembangunan RSUD Sidoarjo Barat terus tertunda-tunda. “Kami ingin ada dukungan penuh karena pelayanan kesehatan harus ditingkatkan,” ucap bupati dua periode ini.

Abah Ipul berharap, Pemkab Sidoarjo dan DPRD Sidoarjo bisa seiring sejalan dalam memuluskan pembangunan pelayanan kesehatan yang ditunggu masyarakat Kota Delta. “Sudah sangat mendesak pembangunan rumah sakit baru,” tegasnya.

Dia menambahkan, melonjaknya pasien di RSUD Sidoarjo juga banyak didominasi dari pasien yang tinggal di kawasan barat seperti Krian, Balongbendo, Tarik, dan Prambon. Selama ini mereka kesulitan untuk menikmati layanan kesehatan di RSUD Sidoarjo karena lokasinya terlalu jauh.

Karena itu, harus ada rumah sakit baru di kawasan barat untuk meringankan beban masyarakat yang ingin berobat. “Rumah sakit di barat itu tipe C. Bisa jadi jujukan pelayanan kesehatan di kawasan barat,” pungkasnya. (vga/rek)

(sb/vga/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia