Selasa, 22 Oct 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Gresik

Salah Paham, Penjaga Warkop Babak Belur Dikeroyok 8 Pemuda

25 Maret 2019, 13: 19: 34 WIB | editor : Wijayanto

DIAMANKAN: Para tersangka pengeroyokan diamankan oleh anggota reskrim polsek Kebomas.

DIAMANKAN: Para tersangka pengeroyokan diamankan oleh anggota reskrim polsek Kebomas. (YUDHI DWI ANGGORO/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK - Wajah dan tubuh Yadi Yulianto, 30, babak belur dihajar delapan orang pemuda. Beruntung Penjaga warung kopi yang berdomisili di Desa Metatu, Kecamatan Benjeng itu nyawanya tidak melayang. 

Korban dikeroyok hanya karena salah paham. Saat mengendarai sepeda motor salah arus dan berpapasan dengan kelompok pelaku di warung BMW di bawah jalan tol Jalan Wahidin Sudirohusodo Gresik.

Akibat kejadian itu, korban Yadi Yulianto mengalami luka robek pada punggung tengah, serta luka punggung bawah, dan bahunya mengalami luka sobek. Setelah terkena sabetan benda tajam. Sehingga, harus menjalani perawatan medis di RSUD Ibnu Sina Gresik.

Kejadian bermula FDP, 16, rekan korban asal Desa Simorejo, Kecamatan Kepohbaru, Bojonegoro mengajak temannya Riski untuk menjaga warung. 

Selanjutnya, mereka bertiga mengendarai dua sepeda motor. Berangkat dari warung BMW menuju ke warkop di Jalan Sunan Giri. Di depan Masjid Agung Gresik mereka berpapasan dengan beberapa orang yang mengendarai sepeda motor melawan arus. 

Korban mengingatkan mereka agar tidak melawan arus. Bukannya menerima ditegur, malah menantang korban. Melihat rekannya cukup banyak, korban lari balik ke sepeda motornya. 

Dikira aman, ternyata korban dibuntuti para pelaku. Ketika FDP bersama korban, mereka didatangi pelaku. Tidak lama kemudian para pelaku tersebut memukuli korban, menginjak-injak, serta ada yang memukul bagian belakang kepala korban menggunakan botol kecap, dan botol yang sudah pecah. 

Bahkan, bagian botol yang tajam dipergunakan oleh pelaku untuk menusuk punggung korban beberapa kali. Sehingga, menyebabkan korban mengalami luka robek pada bagian punggung serta bahu kiri. 

Usai dikeroyok beramai-ramai, korban terlihat lemas, selanjutnya para pelaku langsung meninggalkan lokasi kejadian. Setelah para pelaku pergi. Korban segera dilarikan ke RSUD Ibnu Sina Gresik guna  mendapat perawatan dan pengobatan.

Kejadian ini dilaporkan ke Polsek Kebomas. Polisi lantas memburu para pengeroyok dan berhasil menangkap beberapa orang.

Di antaranya Fajar Teguh Prayetno, 24, warga Desa Klagensamprat, Kecamatan Maduran, Kabupaten Lamongan. Erwin Dian Pratama, 19, asal Desa Malingmati, Kecamatan Tambakrejo, Bojonegoro.

Kemudian Akbar Maulana, 24, warga Perum Bukit Mas Blok A1/13, Desa Dahanrejo, Kecamatan Kebomas. Serta Moh Misbahul, 19, warga asal Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kragan, Rembang.

"Saat kami tangkap keempat pelaku itu mengakui perbuatannya," ujar Panit I Reskrim Polsek Kebomas, Gresik, Ipda Dawud.

Dawud menambahkan, selain menangkap empat pelaku anggotanya juga menyita sejumlah barang bukti. Antara lain, pecahan botol serta jaket milik korban yang terkena bercak darah.

Atas perbuatannya itu lanjut Dawud, semua pelaku itu dijerat dengan pasal  170 ayat (1) dan ayat (2) KUHP.(yud/ris)

(sb/yud/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia