Senin, 26 Aug 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Sebulan Ringkus 40 Bandit Jalanan, 36 Ditembak, 1 Tewas

24 Maret 2019, 22: 12: 55 WIB | editor : Wijayanto

TINDAK TEGAS: Para bandit jalanan yang rata-rata sudah ditembak kakinya.

TINDAK TEGAS: Para bandit jalanan yang rata-rata sudah ditembak kakinya. (YUAN ABADI/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Selama Maret ini, Satreskrim Polrestabes Surabaya berhasil meringkus 40 pelaku kejahatan jalanan seperti perampasan, penjambretan dan curanmor Tak hanya menangkap pelaku, polisi juga memberikan tindakan tegas berupa obral timah panas kepada 36 pelaku. Bahkan satu di antaranya terpaksa ditembak mati. 

Puluhan pelaku kejahatan jalanan dan curanmor tersebut dibeber bersama sejumlah barang bukti pada Minggu (24/3). Mereka merupakan pelaku kejahatan yang diringkus dari 54 laporan yang masuk ke polisi. 

Dari data analisa dan evaluasi (anev) bulanan, 40 tersangka tersebut terdiri dari beberapa kasus. Yakni curat, curas dan curanmor (3C). Di antaranya 9 kasus curat dengan jumlah 8 tersangka, lalu curas atau umum dikenal sebagai jambret sebanyak 12 kasus dengan 17 tersangka. Kemudian yang paling dominan ialah curanmor yakni 33 kasus dengan jumlah 15 tersangka.

"Dari 40 tersangka yang kami tangkap, 36 orang kami berikan tindakan tegas terukur. Satu di antaranya tewas saat perjalanan ke rumah sakit," ungkap Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Sudamiran, Minggu (24/3). 

Sudamiran mengatakan, dari data anev tersebut, pihaknya memetakan sejumlah kawasan yang dianggap rawan. Misal, pencurian sering terjadi di wilayah pemukiman dan kos-kosan. Sedangkan kasus jambret paling ngetren terjadi di sejumlah jalan protokol di Surabaya yakni di Jalan Ngagel, Jalan Diponegoro, Jalan Indrapura, Raya Gubeng dan Jalan Mayjend Yono Soewojo.

"Namun jalan-jalan tersebut tidak bisa dikatakan rawan. Sebab pelaku sebenarnya random saat beraksi. Hal ini dipicu lantaran ada kesempatan yang mereka peroleh. Kalau boleh dibilang, semua jalan rawan. Untuk itu masyarakat harus lebih waspada," terangnya.

Mengenai masih seringnya aksi 3C di Surabaya, Mantan Kasubdit Tipidkor Ditreskrimsus Polda Jatim ini tak menampiknya. Sebab memang hampir setiap hari ada laporan tindak pidana 3C yang masuk. Menurutnya, kasus tersebut memang sulit diberantas. Apalagi pelakunya susah dianalisa. Hanya saja, semua bisa diantipasi dengan mempersempit ruang gerak mereka.

"Tugas kami selain mengungkap juga mengantisipasi. Caranya beragam, mulai patroli dan razia rutin. Namun di balik itu, peran masyarakat juga sangat penting. Minimal mereka tidak memancing pelaku kejahatan untuk beraksi," tandasnya.

Mengenai pelaku yang ditindak tegas, Sudamiran mengatakan pihaknya memang tak pernah "sungkan" untuk mengobral peluru. Sebab, para pelaku kejahatan jalanan seringkali nekat. Mulai dari melawan polisi hingga mencoba kabur saat ditangkap. "Langkah itu akan selalu kami ambil bila apa yang dilakukan pelaku mengancam dan membahayakan nyawa anggota," pungkasnya. (yua/jay)

(sb/yua/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia