Senin, 26 Aug 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Sebulan Buron, Residivis Jambret HP Didor karena Melawan

24 Maret 2019, 16: 24: 41 WIB | editor : Wijayanto

KATANYA KAPOK: Iptu Bima Sakti (kiri) menunjukkan tersangka Hengky Gendut.

KATANYA KAPOK: Iptu Bima Sakti (kiri) menunjukkan tersangka Hengky Gendut. (YUAN ABADI/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Sebulan dalam pencarian polisi (buron), Hengki Eko Undarto alias Gendut, 38, akhirnya diringkus polisi. Warga Jalan Jojoran III A Blok 5 Surabaya ini ditangkap setelah terlibat aksi perampasan HP milik seorang mahasiswi pada pertengahan Januari lalu. Bahkan pria berato tersebut dihadiahi timah panas lantaran mencoba melawan saat hendak dikeler ke lokasi perampasan. 

Hengky ditangkap di sekitar Jalan Srikana, Gubeng pada Jumat malam (22/3). Dia ditangkap saat nongkrong di warung kopi. Hengky sudah menjadi buron Tim Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya sejak sebulan terakhir. Identitasnya diketahui setelah satu komplotannya ditangkap terlebih dahulu. 

"Rekannya bernama Anugerah Lusianto, 25, ditangkap sebelumnya oleh anggota Polsek Mulyorejo sesaat setelah melakukan perampasan. Sedangkan tersangka Hengky berhasil kabur," ungkap Kanit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya, Iptu Bima Sakti.

Bima menuturkan, awalnya Hengky pasrah saat ditangkap. Namun saat hendak dikeler ke lokasi perampasan, ia justru mencoba melawan anggota dan berusaha melarikan diri. Tembakan peringatan polisi tak digubris. Terpaksa, polisi melumpuhkan kaki kirinya dengan timah panas. "Tersangka pun kembali kami amankan dan mengakui semua perbuatannya," terang Bima.

Bima juga mengatakan bahwa Hengky dan Anugerah beraksi dengan cara berboncengan sepeda motor. Mereka berkeliling mencari sasaran. Targetnya ialah pengendara atau korban yang bermain Hp di pinggir jalan. Mereka berbagi tugas. Anugerah menjadi eksekutor sedangkan Hengky jadi joki.

"Mereka merampas Hp milik seorang mahasiswi di salah satu perguruan tinggi negeri di Jalan Manyar, tepatnya di depan Samsat Manyar. Saat itu korban hendak menjawab panggilan telepon dari temannya," terangnya.

Alumnus Akpol tahun 2013 itu mengatakan, melihat kesempatan itu, Hengky pun mengarahkan motornya untuk memepet korban. Kemudian, tersangka Anugerah merampas Hp korban lalu kabur. Namun saat itu, korban mencoba mempertahankan Hp-nya dengan cara menarik kaos tersangka saat hendak kabur. 

"Tarikan itu membuat tersangka Anugerah terjatuh dan diamankan warga. Sedangkan, Hengky kabur sebelum akhirnya kami ringkus," tandasnya. 

Sementara itu kepada polisi, Hengky mengaku sudah belasan kali beraksi. Tercatat ia sudah empat kali keluar masuk penjara. Pertama di Jakarta karena kasus narkoba, kedua di Surabaya setelah digerebek isap sabu-sabu. Tiga dan empat adalah kasus perampasan. "Ini sudah empat kalinya. Saya kapok," aku Hengky.

Dia mengaku uang rampasan ia gunakan untuk kebetuhan sehari-hari dan membeli narkoba. Sebab setelah keluar penjara, ia tak pernah memiliki pekerjaan. Apalagi dia sudah ketagihan mengonsumsi narkoba. "Biasa beli narkoba di Jalan Kunti. Kalau lama tak pakai, badan sakit semua," terangnya. (yua/jay)

(sb/yua/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia