Senin, 21 Oct 2019
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Ekspor Komoditas Pertanian Jatim Peringkat Dua Nasional

23 Maret 2019, 15: 22: 21 WIB | editor : Wijayanto

MENDOMINASI: Sejumlah kapal tongkang saat mengangkut ratusan glondong kayu di perairan Tanjung Perak, Surabaya. Kayu merupakan salah satu komoditi eks

MENDOMINASI: Sejumlah kapal tongkang saat mengangkut ratusan glondong kayu di perairan Tanjung Perak, Surabaya. Kayu merupakan salah satu komoditi ekspor terbesar dari Jatim. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Ekspor komoditas pertanian di Jawa Timur (Jatim) tercatat mencapai Rp 10,8 triliun di awal tahun 2019, terhitung mulai dari bulan Januari hingga Maret.

Kepala Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya Musyafak Fauzi menjelaskan, dari sisi ekspor komoditas pertanian nasional Jatim menempati peringkat kedua setelah Jawa Barat dengan menyumbang sebesar 11,38 persen dari total nilai ekspor pada periode Januari hingga Februari 2019.

"Sepanjang periode itu total ekspor komoditas pertanian dan olahannya mencapai Rp 10,8 triliun, terdiri dari komoditas tumbuhan Rp 8,95 triliun dan hewan serta berbagai produknya Rp1,88 triliun," katanya.

Sedangkan pada periode 1 Januari hingga 15 Maret 2019, pihaknya telah menerbitkan 9.468 sertifikat kesehatan karantina yang terdiri dari 8.339 sertifikat karantina tumbuhan ke 93 negara dan 1.129 sertifikat karantina hewan ke 39 negara.

Sementara, sepanjang tahun 2018 lalu, total nilai ekspor komoditas pertanian Jatim sebesar Rp 44,03 triliun, yang terdiri dari komoditas tumbuhan Rp 32,9 triliun dan komoditas hewan Rp 11,13 triliun. "Berdasarkan volume dan nilai urutan tertinggi ekspor dari Jatim sepanjang tahun 2018 adalah tembakau," ujarnya.

Sedangkan periode 1 Januari hingga 15 Maret tahun 2019, berdasarkan nilai ekonominya, produk ekspor yang tertinggi adalah kayu. Dan bila dihitung berdasarkan volumenya adalah tembakau.

Sementara, untuk komoditas hewan, sarang burung walet menempati urutan pertama, baik di tahun 2018 maupun hingga catur wulan pertama tahun 2019.

Sarang burung walet pada 1 Januari hingga 15 Maret 2019 terdata mencapai 72.2 ton, atau senilai Rp 1,8 triliun, diekspor ke 12 negara, yaitu Amerika Serikat, Australia, Tiongkok, Denmark, Hong Kong, Jepang, Kanada, Malaysia, Singapura, Taiwan, Thailand, dan Vietnam.

"Jatim memiliki potensi besar di sektor pertanian khususnya Sarang Burung Walet yang mempunyai nilai ekonomis tinggi di pasar dunia. Untuk itu harus kita dukung dan terus mendorong ekspor komoditas pertanian Jatim dengan merapatkan barisan serta bersinergi dengan instansi terkait," ucapnya.

Musyafak menambahkan, pihaknya akan terus menginisiasi program Ayo Galakkan Ekspor, Generasi Milenial Bangsa atau disingkat Agro Gemilang 2019. Tujuannya untuk meningkatkan jumlah ekspor komoditas pertanian berbasis wilayah, sekaligus menambah jumlah eksportir di sektor pertanian. (cin/nur)

(sb/cin/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia