Senin, 21 Oct 2019
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Jatim Surplus Cadangan Gas Bumi 200 MMSCFD

23 Maret 2019, 15: 20: 04 WIB | editor : Wijayanto

PASOKAN CUKUP: Petugas PGN melakukan pengecekan saluran jaringan gas.

PASOKAN CUKUP: Petugas PGN melakukan pengecekan saluran jaringan gas. (ABDULLAH MUNIR/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jatim Setiajit memastikan Jawa Timur (Jatim) surplus cadangan gas bumi. Hal tersebut diperoleh dari penyaluran gas Lapangan Terang Sirasun dan Batur (TSB) Fase-2 oleh Kangean Energy Indonesia Ltd.

“Ini membuat pasokan gas di Jatim surplus sekitar 200 juta kaki kubik gas bumi per hari atau million standard cubic feet per day (MMSCFD). Produksi di lapangan TSB fase-2 sebesar 230 juta membuat cadangan gas di Jatim mencapai sekitar 500 MMSCFD,” jelasnya.

Setiajit menuturkan, jumlah tersebut dianggap cukup untuk memenuhi pasokan gas industri di Jatim. Menurutnya, jumlah cadangan gas tersebut menguntungkan Jatim untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Sebenarnya kami (Jatim, Red) tidak kekurangan pasokan gas. Kalau hari ini tidak ada produksi, tahun depan pasti kekurangan pasokan, karena pertumbuhan industri sekitar 8-15 persen,” ujarnya.

Pria yang pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jatim ini mengatakan, bahwa kebutuhan gas untuk industri di Jatim selama ini sekitar 388 MMSCFD. Dengan bertambahnya 230 MMSCFD dari Kangean Energy Indonesia, memastikan Jatim surplus cadangan gas bumi.

Menurutnya, produksi tersebut mampu memenuhi kebutuhan industri antara 15-20 tahun ke depan. Dengan hitungan pertumbuhan kebutuhan industri yang mencapai 15 persen per tahun, bisa terpenuhi sampai beberapa tahun ke depan. “Hanya saja, gas kalau diproduksi dan tidak digunakan pasti mubazir. Apabila tidak dimanfaatkan bisa hilang,” ungkapnya.

Setiajit menambahkan, pasokan gas di Jatim ini juga tidak hanya digunakan sektor industri saja. Pemerintah berencana menyalurkan untuk kebutuhan rumah tangga. Namun menurutnya, pasokan untuk industri dan rumah tangga masih surplus.

“Kalau masih berlebihan pasti daerah lain membutuhkannya. Rencananya, kami akan mendistribusikan ke daerah yang membutuhkan gas ini,” jelasnya. (mus/nur)

(sb/mus/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia