Kamis, 25 Apr 2019
radarsurabaya
icon featured
Politik Surabaya

Komunitas Motor Ajak Kaum Milenial Tidak Golput

23 Maret 2019, 14: 37: 13 WIB | editor : Wijayanto

JANGAN GOLPUT: Gerakan pemuda We The Youth menggandeng berbagai komunitas motor di Surabaya untuk mengadakan kampanye wani milih di Halaman Parkir Gra

JANGAN GOLPUT: Gerakan pemuda We The Youth menggandeng berbagai komunitas motor di Surabaya untuk mengadakan kampanye wani milih di Halaman Parkir Grand City Mall Surabaya, Minggu (24/3). (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

SURABAYA - Memanfaatkan hak pilih merupakan bentuk paling mudah bagi generasi milenial untuk andil memajukan negara. Lebih baik ketimbang terus nyinyir mengkritisi pemerintah di sosial media namun tak merubah apapun.

Sadar akan pentingnya suara milenial dalam pemilu, gerakan pemuda We The Youth menggandeng berbagai komunitas motor di Surabaya untuk mengadakan kampanye. Kampanye, " 100%IN (seratus persenin) Nyoblos: Wani Milih"  akan dilaksanakan di Halaman Parkir Grand City Mall Surabaya, Minggu (24/3). 

Kampanye sadar memilih ini akan menghadirkan band tanah air, seperti Shaggy Dog, Heavy Monster, Fraud, Blingsatan, Dandelions dan Sans Project. Banyak kegiatan seperti garage Meet up, community content maupun perform community seperti Extrrme BMX, Scooter Classic & Matic, kustom kultur dan lain sebagainya. 

Kemudian akan dilanjutkan dengan Afternoon Cank's atau cangkruk sore yang menjadi ajang sharing session membahas mengapa pesta demokrasi harus ditanyakan oleh kaum milenial. Cangkrukan ini akan menghadirkan berbagai narasumber dan influencer Surabaya.

Vivi Tetha, Project coordinator We The Youth menyampaikan, saat ini bukan lagi saatnya anak muda menutup mata dan telinga terhadap dunia politik. Karena kaum milenial inilah yang akan lebih banyak menikmati hasil dari pemilu dibanding generasi yang lain, dari kebijakan-kebijakan yang diambil pemerintah nantinya. "Apalagi Indonesia mengalami bonus demografi berapa tahun ke depan dan sasarannya anak muda. Kalau berpartisipasi dengan mencoblos saja gak mau, gimana menjalani bonus demografi dengan baik kedepannya," imbuhnya.

Sambutan baik juga disampaikan berbagai komunitas. Acara ini dinilai sarana paling efektif karena prndekatannya milenial namun pesan yang disuarakan juga tersampaikan. "Arek Suroboyo gak bisa ditunjukin, tapi harus dirangkul," Ujar perwakilan Low Rider Surabaya, Langlang Ariya menyebutkan mengapa komunitasnya bergabung dalam acara ini.

Selama ini, pesta demokrasi di Indonesia belum 100 persen. Bahkan di dua tahun sebelumnya, angka pemilih Indonesia kurang 25 persen. Salah satu penyumbangnya adalah dari generasi milenial. Untuk itu, acara ini diharapkan mampu menggugah kesadaran milenial. (is/nug)

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia