Kamis, 25 Apr 2019
radarsurabaya
icon featured
Features Sidoarjo
Sinergi Warga Tionghoa di Sepanjang-Karangpilang

Bikin Perkumpulan Kematian Sekar Wangi untuk Bakti Sosial

23 Maret 2019, 13: 42: 12 WIB | editor : Wijayanto

GUYUB: Bingky Irawan (tengah), sesepuh Taman Sekar Wangi, Sepanjang, Taman.

GUYUB: Bingky Irawan (tengah), sesepuh Taman Sekar Wangi, Sepanjang, Taman. (ISTIMEWA)

Kelurahan Sepanjang, Kecamatan Taman, Sidoarjo, bertetangga dengan Kelurahan Karangpilang, Surabaya. Meskipun berbeda kabupaten/kota, hubungan masyarakat di Sepanjang dan Karangpilang sangat dekat. Warga Tionghoa di Sepanjang dan Karangpilang pun sering mengadakan kegiatan sosial bersama.

Lukman Alfarisi-Wartawan Radar Sidoarjo

SEJAK 2005 warga Tionghoa di Sepanjang dan Karangpilang membentuk perkumpulan Taman Sekar Wangi. Artinya, Taman Sepanjang Karangpilang. Bingky Irawan, tokoh Tionghoa di Sepanjang, Kecamatan Taman, menjadi sesepuh Taman Sekar Wangi.

Pria yang juga rohaniwan Khonghucu ini bercerita, sejak dulu warga Tionghoa di wilayah Sepanjang selalu menjalin kerja sama yang erat dengan warga Tionghoa di Karangpilang, Surabaya. Banyak yang bikin usaha bersama.

Setelah reformasi, khususnya di masa pemerintahan Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), warga Tionghoa makin antusias mendirikan organisasi atau perkumpulan di bidang sosial, budaya, pendidikan, dan sebagainya.

Nah, kerja sama warga Tionghoa Sepanjang-Karangpilang yang terjalin sejak dulu itu kemudian diformalkan dalam bentuk organisasi sosial pada 2005. "Namanya Taman Sekar Wangi. Taman itu karena markasnya di Kecamatan Taman, sedangkan Sekar singkatan dari Sepanjang-Karangpilang," tutur Bingky.

Pria 67 tahun ini ini tak menyangka Taman Sekar Wangi ini disambut antusias warga Tionghoa di Sepanjang dan Karangpilang. Sebab, waktu itu para pengurus sangat aktif mengurusi kematian keluarga anggota perkumpulan.

"Makanya, sejak dulu Taman Sekar Wangi identik dengan rukun kematian. Perkumpulan yang sibuk kalau ada warga Tionghoa di Karangpilang dan Sepanjang yang meninggal dunia," ujarnya.

Dalam perjalanannya, menurut Bingky, para anggota sepakat agar Taman Sekar Wangi tak hanya melulu ke urusan kematian. Begitu juga lingkup wilayahnya diperluas, tak hanya di Sepanjang-Karangpilang, tapi juga di kawasan Sidoarjo yang lain. "Akhirnya, Taman Sekar Wangi menjadi perkumpulan yang tidak eksklusif untuk warga Tionghoa, tapi multietnis. Lebih fleksibel," tutur Bingky.

Karena kesibukannya di Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Matakin), Bingky Irawan mengajak HM Handoko, tokoh muslim Tionghoa Sidoarjo, untuk menjadi pengurus Taman Sekar Wangi. Apalagi dia melihat perkumpulan ini makin lama makin berkembang dan diminati warga Tionghoa di kawasan lain.

Sementara itu, HM Handoko membenarkan keterangan Bingky Irawan. Handoko bahkan dipercaya menjadi ketua Taman Sekar Wangi hingga sekarang. "Sekarang perkumpulan ini sudah lebih terbuka dan berkembang ke mana-mana. Tapi kami tetap fokus di kegiatan sosial," kata pengusaha di kawasan Sedati itu.

Meskipun cikal bakalnya perkumpulan warga Tionghoa di Sepanjang-Karangpilang, bagi Handoko, Taman Sekar Wangi ini ibarat taman bunga yang indah karena ditumbuhi aneka macam kembang. Sebagai muslim Tionghoa, dia merasa bisa bergaul akrab dengan Bingky Irawan yang Khonghucu dan anggota Taman Sekar Wangi yang berbeda-beda agama.

Handoko ingin agar Taman Sekar Wangi lebih banyak melakukan kegiatan sosial untuk warga kurang mampu di Kabupaten Sidoarjo. Bukan cuma sekadar membagi sembako atau bingkisan Lebaran, tapi juga memberikan beasiswa kepada anak-anak yang kurang mampu. (far/rek)

(sb/jpg/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia