Rabu, 22 May 2019
radarsurabaya
icon featured
Gresik

Proyek Pemerintah Berkurang, Kontraktor Incar Swasta

23 Maret 2019, 11: 33: 14 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi

Ilustrasi (YUDHI DWI ANGGORO/RADAR GRESIK)

GRESIK - Sejumlah kontraktor lokal Gresik saat ini mengincar proyek swasta. Itu dilakukan setelah proyek pemerintah setahun terakhir jumlahnya menyusut. 

Kepala Bidang Pelayanan Perizinan Usaha Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP), Bambang Irianto mencatat, sedikitnya ada 300 kontraktor yang aktif di Gresik. Sedangkan sepanjang Januari sampai Maret tercatat ada 17 izin usaha jasa konstruksi (IUJK) baru yang diterbitkan.

”Rata-rata tidak semua pengusaha (kontraktor) baru langsung dapat proyek. Ada yang masih lelang,” kata Bambang.

Uniknya, mayoritas kontraktor kini lebih cenderung mengincar proyek milik swasta. Penyebabnya, proyek milik pemerintah volumenya kini makin turun. “Banyak lembaga pemerintahan yang kini ngirit. Jadi para kontraktor ini larinya ke swasta,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Gabungan Perusahaan Konstruksi Nasional Indonesia (Gapeksindo) Gresik, Hendrik Galung membenarkan hal tersebut. Bahkan dia saat ini mengungkapkan jumlah penyedia jasa konstruksi menyusut setiap tahun. 

“Salah satu penyebabnya, regulasi yang berlaku dalam jasa konstruksi yang membuat kontraktor lokal sulit bersaing,” kata Hendrik.

Ketua Gabungan Pengusaha Kontraktor Indonesia (Gapensi), Ahman Fahrudi menyebut, geliat investasi di Gresik menjadi faktor pendorong utama jasa konstruksi bisa tumbuh dan berkembang. Penggarap proyek mengincar pembangunan pergudangan dan kompleks ruko.

”Sejak tiga tahun lalu pengusaha sudah tidak mungkin mengandalkan proyek APBD atau APBN. Apalagi, anggarannya cenderung defisit. Dan pembayarannya kadang tidak sesuai waktu. Untuk itu, proyek swasta menjadi tumpuan utama,” imbuh Rudi. (fir/ris)

(sb/rof/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia