Kamis, 25 Apr 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Master Meter Air Minum Jangkau Wilayah Informal

23 Maret 2019, 08: 00: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

TAK LAGI KESULITAN AIR: Ketua RT 1 RW 8 Bubutan, Syafiq menunjukkan master meter yang telah terpasang di wilayahnya.

TAK LAGI KESULITAN AIR: Ketua RT 1 RW 8 Bubutan, Syafiq menunjukkan master meter yang telah terpasang di wilayahnya. (Rizky Putri Pratimi / Radar Surabaya)

Surabaya - Warga Jalan Semarang RW 8 Bubutan sudah tak risau lagi perihal air bersih. Jumat (22/3) Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) dan Coca-Cola Foundation bekerja sama dengan PDAM Surya Sembada memasang master meter sebagai upaya meningkatkan akses air minum untuk masyarakat. 

Dari 550 rumah, hanya 21 rumah tangga yang memiliki akses air minum perpipaan. Selama 50 tahun terakhir, 529 rumah tangga mengandalkan air sumur untuk keperluan mandi, cuci, kakus. Sedangkan untuk memasak, mengandalkan air mineral isi ulang. Kendala air keruh, bau bahkan berbuih menjadi sahabat sejati. "Musim hujan gini, air sumurnya naik. Kan disini deket septic tank (di tiap rumah, Red) itu airnya kecampur. Jadi bau sama coklat kayak teh terus ada gelembung-gelembung," ungkap Sulaima, 53. 

Tidak layaknya sumber air bersih tersebut, membuat anak-anak sering mengalami diare. "Kasihan anak-anak kalau kayak saya yang sudah tua gini sudah kebal," ujarnya. 

Ia mengaku bersyukur adanya bantuan akses air bersih ini. Sebelumnya, untuk mendapat air bersih. Warga beli air dari pedagang keliling dengan harga per 5 liter untuk satu jerigen sebesar Rp 1.000. Sehari, paling tidak satu keluarga butuh 7 jerigen. "Tinggal ngalikan saja berapa. Sekarang alhamdulillah ini rejeki warga," tambahnya. 

Master meter sendiri merupakan sistem penyediaan layanan air minum komunal. Program pemasangan master meter ini akan menyediakan air bersih bagi 6.000 masyarakat berpenghasilan rendah melalui 1.200 sambungan rumah. Sekaligus memperingati Hari Air Sedunia 2019, yang tahun ini berfokus mendalami banyaknya orang tertinggal akses air bersih untuk minum dan sanitasi serta pengelolaan air secara berkelanjutan pada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). 

Direktur Pelayanan PDAM Surya Sembada Anizar Firmadi mengatakan, Pemerintah Kota Surabaya berkomitmen menyediakan akses yang terjangkau bagi semua. Tingkat akses air minum PDAM Surya Sembada saat ini mencapai 98 persen sambungan reguler dan kapasitas produksi mencapai 11.000 liter per detik. "Master meter adalah terobosan mencapai akses 100 persen," tutupnya. (rpp/nur)

(sb/jpg/jek/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia