Jumat, 06 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Rencana Wujudkan LRT di Jatim Dapat Lampu Hijau dari Kemenhub

22 Maret 2019, 22: 31: 44 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi

Ilustrasi (NET)

Share this      

SURABAYA - Rencana Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) membuat kereta Light Rail Transit (LRT) mendapatkan respon positif dari Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi. Nantinya LRT itu rutenya mulai dari Lamongan–Gresik–Surabaya–Sidoarjo–Mojokerto.

“Beberapa waktu lalu Bapak Menteri Perhubungan datang ke sini untuk membahas LRT. Kalau sudah mau datang ke Jatim berarti sudah ada respon positif dari beliau,” kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jatim Fattah Jasin.

Fattah mengatakan, sebenarnya LRT bagian kebijakan Dirjen Perkeretaapian. Selain itu kebijakan juga ada di Kemenhub. “Kesulitan untuk mewujudkan LRT ini adalah pada pembiayaan. Kita sudah menghitung untuk semuanya kira-kira dibutuhkan anggaran sebesar Rp 7-8 triliun untuk pendanaan, pemprov sangat mengandalkan dana dari pemerintah pusat,” ujarnya.

Menurutnya, anggaran itu selain digunakan untuk membeli gerbong baru. Selain itu jalur dan stasiunnya juga baru, serta sistem kelistrikan. “Nantinya LRT ini bisa maju mundur dan menggunakan listrik. Jadi tidak perlu lagi melepas lokomotif,” katanya.

Fattah mengatakan, telah ada tiga lembaga yang membahas wacana LRT untuk direalisasikan. Salah satunya perusahaan asal Jepang JICA. Melalui Urban Development Project (SUDP) menyebut paling memungkinkan transportasi umum di Surabaya Raya adalah LRT. 

Kajian yang sama juga pernah dilakukan Societe Nationale des Chemins de fer Français (SNCF), perusahaan kereta api Prancis, LRT dengan menggunakan jalur atas diyakini paling tepat mengatasi kemacetan. “Rekomendasinya dari Stasiun Gubeng ke Sidoarjo,” jelasnya.

Terakhir adalah tim feasibility study asal Jerman. Rekomendasinya masih soal LRT, tapi wilayah lintasannya lebih luas lagi. Mulai dari Lamongan, Surabaya, Bandara Juanda, Sidoarjo hingga Mojokerto.

Semua studi itu bagi Jatim sangat dibutuhkan untuk direalisasikan. Tapi karena Jatim bukan seperti DKI Jakarta, ketika BUMD punya kemampuan, kemudian investor juga mumpuni, tidak jadi masalah. "Tapi Jatim masalahnya di situ (pembiayaan, Red)," tukasnya.

Fattah menyebut, pembicaraan dengan Kemenhub dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) telah dilakukan. Nantinya LRT nanti bisa mengakomodir mobilisasi 10 juta penduduk yang bergerak di wilayah Gerbangkertasusila. Dengan tujuh sampai delapan gerbong tiap rangkaiannya. (mus/nur)

(sb/mus/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia