Selasa, 22 Oct 2019
radarsurabaya
icon featured
Lifestyle Surabaya

Permainan Miniatur Neka, Kenalkan Budaya dan Asah Kreativitas

22 Maret 2019, 08: 00: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

BONGKAR PASANG: Brian Kurniawan, mahasiswa Fakultas Industri Kreatif Ubaya menunjukkan cara bermain permainan NEKA karyanya di Student Center Universi

BONGKAR PASANG: Brian Kurniawan, mahasiswa Fakultas Industri Kreatif Ubaya menunjukkan cara bermain permainan NEKA karyanya di Student Center Universitas Surabaya, Kamis (21/3). (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA – Saat ini mengoleksi miniatur menjadi kegiatan yang digemari oleh sebagian orang. Hobi mengoleksi miniatur bisa menjadi investasi yang menguntungkan di bidang play set. Melihat peluang tersebut, mahasiswa Fakultas Industri Kreatif Universitas Surabaya (FIK Ubaya), Brian Kurniawan Jaya berinovasi dengan permainan bongkar pasang NEKA. Tak sekadar mainan miniature, tapi Brian juga ingin mengenalkan budaya sekaligus mengasah kreativitas.

“Saya melihat ada peluang bisnis yang bisa menarik minat kolektor. Selain menjadi hiasan meja di rumah, NEKA bisa dimainkan dengan cara bongkar pasang,” ungkap Brian menjelaskan karya tugas akhirnya.

Sebutan NEKA berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti macam. Selain itu, NEKA diambil dari kata Bhineka Tunggal Ika yang berarti berbagai macam tetapi tetap satu. Indonesia yang terdiri dari beragam budaya dan adat menjadi inspirasi pembuatan permainan NEKA. “Saya ingin membuat mainan yang bisa menjadi oleh-oleh wisatawan domestik maupun mancanegara ketika berlibur ke provinsi-provinsi di Indonesia,” lanjut mahasiswa jurusan Program Studi Desain Manajemen Produk.

Permainan 3D ini terdiri dari mainan rumah adat dan figur boneka dari tiga provinsi di Indonesia yaitu Sumatera Barat, Bali, dan Sulawesi Selatan (Toraja). Tiga provinsi dipilih berdasarkan hasil riset yang telah dilakukan dengan mengunjungi Taman Mini Indonesia Indah dan Bali. Kunjungan ini membantu untuk mengamati dan melakukan riset secara langsung terkait replika asli rumah adat di Taman Mini Indonesia Indah dan rumah adat asli di Bali. 

Permainan NEKA ini merupakan salah satu alternatif permainan yang ditujukan bagi remaja dan orang dewasa untuk melatih kreativitas dan kesabaran. Jika ingin membuat rumah adat NEKA, butuh waktu kurang lebih sekitar 30 menit. Disiapkan pula buku panduan yang akan menunjukkan langkah-langkah cara membangun replikasi miniatur NEKA. “Setelah rumah jadi, maka kita bisa bermain dengan meletakkan boneka figur didalamnya,” pungkasnya. (aji/nur)

(sb/jpg/jek/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia