Rabu, 23 Oct 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Sukses Festival Rujak Uleg, Lanjut Parade Bunga Bertema Puspawarni

21 Maret 2019, 23: 58: 23 WIB | editor : Wijayanto

RAMAI: Suasana kemeriahan Surabaya Vaganza 2018 di Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, Mei 2018 silam.

RAMAI: Suasana kemeriahan Surabaya Vaganza 2018 di Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, Mei 2018 silam. (DOK/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Parade bunga Surabaya Vaganza yang digelar Minggu (24/3) akan disuguhkan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) setelah Festival Rujak Uleg dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Surabaya (HJKN) ke 726. Untuk tahun ini, Parade bunga Surabaya Vaganza mengusung tema Puspawarni.

Puspawarni merupakan penggabungan dari dua kata yaitu Puspa dan warni. Puspa memiliki arti bunga, sementara warni berarti corak atau rupa yang beraneka ragam. Jadi Puspawarni adalah bunga yang memiliki corak dan rupa yang beraneka ragam.

Dengan tema yang memiliki simbol keanekaragaman warna-warni yang terdapat di Indonesia diharapkan dapat mempersembahkan keanekaragaman seni dan budaya Indonesia. Tahun ini Surabaya Vaganza diikuti total  ada 41 mobil hias, 37 peserta parade budaya dari berbagai suku bangsa seperti Nias, Tapanuli, Minang, Bali, India, Maluku Barat Daya.

Peserta istimewa lainnya adalah para walikota yang tergabung dalam Asosiasi Pemerintahan Kota Seluruh Indonesia (APEKSI). Para walikota ini sedang menggelar rapat koordinasi Komisariat Wilayah IV di Surabaya.

“Para walikota ini akan bergabung di Surabaya Vaganza dengan menaiki mobil wilis yang dihias dengan bunga-bunga,” kata Kepala Disbudpar Antiek Sugiharti, Kamis (21/3).

Peserta parade bunga bisa mengambil spot di depan Siola atau di garis finish untuk menunjukkan atraksi yang unik. "Boleh mereka bergaya, pose terus atraksi. Di depan Siola sama di garis finish tapi ini enggak wajib," tambahnya.

Surabaya Vaganza tahun ini akan mulai start dari Jalan Pahlawan dan berakhir di Jalan Darmo tepatnya di depan SMAK Santa Maria. Mobil hias dan peserta parade budaya akan melewati rute Jalan Pahlawan, Jalan Kramat Gantung, Jalan Gemblongan, Jalan Tunjungan, Jalan Gubernur Suryo, Jalan Panglima Sudirman, Jalan Urip Sumoharjo, Jalan Raya Darmo dengan finish di SMAK Santa Maria. “Setelah finish, mereka akan lurus terus dan baru boleh melakukan bongkar bunga-bunganya di depan Masjid Al Falah. Berbeda dengan tahun lalu,” imbuhnya.

Khusus tempat parkir di lokasi finish, Dishub sudah menyiapkan parkir khusus bagi parkir VIP di halaman Santa Maria. Sedangkan parkir undangan bisa di Jalan Polisi Istimewa, Jalan Bintoro (sisi barat dan timur), Jalan Tumapel, Jalan Mojopahit (sisi barat dan timur), Jalan Ronggolawe, Jalan dr. Wahidin, Jalan M.H. Thamrin.

Kegiatan yang berhubungan dengan HJKN merupakan salah satu cara menggaet wisatawan lokal maupun mancanegara. Disbudpar selalu memasukkan agenda kegiatan di Surabaya dalam kalender event milik pemerintah propinsi ataupun nasional. "Kita buat setiap tahun bagaimana kita mengintegrasikan supaya pada event-event itu ada tamu yang datang," pungkasnya. (rpp/rud)

(sb/jpg/jay/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia