Jumat, 24 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Politik Surabaya
KPU Jatim Catat Warga Pindah Pilih Bertambah

61 Ribu Pindah Pilih Masuk Jatim, 18 Ribu Pindah Pilih Keluar Jatim

21 Maret 2019, 23: 41: 53 WIB | editor : Wijayanto

TUNTAS: Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur saat mengumumkan jumlah Daftar Pemilih Tetap Tambahan (DPTb) didampingi perwakilan dari Bawaslu.

TUNTAS: Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur saat mengumumkan jumlah Daftar Pemilih Tetap Tambahan (DPTb) didampingi perwakilan dari Bawaslu. (MUS PURMADANI/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur  akhirnya mengumumkan jumlah Daftar Pemilih Tetap Tambahan (DPTb) setelah melakukan pendaftaran pindah pilih beberapa waktu yang lalu. Jumlah ini relatif lebih tinggi dibanding DPTb pindah pilih tahap pertama.

“Untuk DPTb yang masuk ada 112.256 pemilih tambahan. Dari jumlah tersebut sebanyak 99.873 pemilih mendaftar DPTb di daerah tujuan, sedangkan sisanya mendaftar di daerah asal,” ujar Ketua KPU Jatim Choirul Anam, Kamis (21/3).

Untuk DPTb yang keluar mencapai 85.243 pemilih. Dari angka itu, sebanyak 62.893 pemilih mendaftar di daerah tujuan sementara sisanya mendaftar di daerah asal. “Pada tahap pertama pindah pilih  jumlah DPT yang masuk di Jatim sekitar 61 ribu, sedangkan 18 ribu keluar Jatim,” jelasnya.

Anam mengatakan daerah yang paling banyak menyumbang DPTb yang masuk adalah Kota Malang, Surabaya, Kota Kediri. Masing-masing mencapai 14.514 pemilih, 13.811 pemilih,  dan 8.578 pemilih.  “DPTb yang masuk mayoritas di daerah yang menjadi basis pesantren dan perguruan tinggi. Selain itu, juga kota besar, termasuk Surabaya,” tuturnya.

Lebih lanjut Anam mengatakan jika pemilih sudah melewati batas waktu pengadministrasian pindah memilih atau lewat dari 30 hari jelang hari pemungutan suara, maka yang bersangkutan akan dimasukkan dalam Daftar Pemilih Khusus (DPK).

“Mereka yang masuk ke DPK, diberi kesempatan untuk memilih satu jam terakhir sebelum waktu pemungutan suara ditutup, yaitu pukul 12.00-13.00. Syarat pemilih DPK bisa menggunakan hak pilihnya, adalah dengan membawa e-KTP,” jelasnya.

Diketahui, KPU Jatim menutup masa pengajuan pindah pilih jelang pemilu 2019, Minggu (17/3). KPU sebagai penyelenggara pemilu memberikan peluang kepada calon pemilih untuk mengajukan pindah pilih. Program yang dibuka dalam dua tahap ini diperuntukkan bagi calon pemilih yang sedang tidak berada di daerah asal calon pemilih. (mus/nug)

(sb/mus/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia