Senin, 23 Sep 2019
radarsurabaya
icon featured
Sidoarjo

Pameran Sidoarjo Mbiyen, Kenalkan ‘Harta Karun’ Antik nan Langka

21 Maret 2019, 19: 01: 15 WIB | editor : Wijayanto

MEMUTAR WAKTU: Kepala Disporapar Djoko Supriyadi (kanan) mengamati dakon kuno di salah satu stan Dardjo Mbijen di parkir timur GOR Sidoarjo, Rabu (20/

MEMUTAR WAKTU: Kepala Disporapar Djoko Supriyadi (kanan) mengamati dakon kuno di salah satu stan Dardjo Mbijen di parkir timur GOR Sidoarjo, Rabu (20/3). (SATRIA NUGRAHA/RADAR SIDOARJO)

Share this      

SIDOARJO - Puncak Hari Jadi Ke-160 Kabupaten Sidoarjo sudah lama berlalu. Tepatnya pada 31 Januari lalu. Namun, gemanya masih terasa hingga kini. Masih dalam rangka peringatan HUT ke-160 Kabupaten Sidoarjo, Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) menggelar dan pameran barang kuno bertajuk Sidoarjo Mbiyen di GOR Sidoarjo.

(SATRIA NUGRAHA/RADAR SIDOARJO)

Ada sejumlah barang antik milik kolektor asal Sidoarjo dipamerkan di stan-stan dengan interior tempo doeloe. Di antaranya, piring lawas, meja, patung, koin, hingga telepon jadul. Ada pula sepeda ontel antik dengan ban depan sangat tinggi, kontras dengan ban belakang yang kecil dan rendah.

"Barang-barang ini kami dapat dari berbagai daerah. Ada juga yang turun-temurun. Biasanya diminati sama kolektor untuk hiasan rumah," kata Totok Kuswanto, salah satu kolektor barang kuno.

Kepala Disporapar Sidoarjo Djoko Supriyadi mengatakan, kegiatan kemarin merupakan rangkaian acara HUT ke-160 Kabupaten Sidoarjo. Pameran berakhir pada Minggu (24/3) sore. "Ini sebenarnya masih rangkaian Delta Carnival," katanya.

Pejabat yang juga mantan ketua Dewan Kesenian Sidoarjo (Dekesda) itu menambahkan, Sidoarjo Mbiyen dikemas untuk mengembalikan nilai-nilai masa lalu yang mungkin masih relevan dengan kondisi saat ini. Sehingga beberapa koleksi barang antik seperti sepeda kuno juga dipamerkan. "Kita ingin mengangkat nilai-nilai masa lalu yang masih perlu dilestarikan," katanya.

Yang tak kalah penting, menurut Djoko, pameran ini juga untuk mengenalkan aneka benda tempo doeloe agar bisa diketahui generasi milenial. Maklum, anak-anak muda kelahiran di atas tahun 2000 banyak yang asing dengan mainan tradisional seperti dakon.

Bukan itu saja. Pihak disporapar juga menggandeng usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk meramaikan kegiatan tersebut. Sejumlah penjual durian tampak berjejer di sepanjang halaman parkir GOR Sidoarjo. (far/rek)

(sb/jpg/jay/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia