Jumat, 26 Apr 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Sidoarjo

Dipukul Tetangga Dibalas Lapor Polisi

21 Maret 2019, 18: 57: 12 WIB | editor : Wijayanto

MINTA KEADILAN: Bie Hwa Lie menunjukkan surat laporan ke Polsek Buduran.

MINTA KEADILAN: Bie Hwa Lie menunjukkan surat laporan ke Polsek Buduran. (VEGA DWI ARISTA/RADAR SURABAYA)

SIDOARJO – Bie Hwa Lie mendatangi Mapolsek Buduran. Dia ingin mempertanyakan tindak lanjut atas pelaporan penganiayaan yang sudah dilaporkannya pada 14 Februari lalu.

Warga Perum Alamanda blok A3 RT 06/RW 07 Desa Dukuh Tengah Kecamatan Buduran ini datang bersama istri dan anaknya. Pria 63 tahun tersebut telah melaporkan, Sutikno, 45, tetangganya sendiri. “Saya dipukul pakai kayu yang ada pakunya mengenai kepala,” kata Bie Hwa Lie.

Kejadian pemukulan diduga dilakukan oleh Sutikno pada 14 Februari sekitar pukul 17.30. Saat itu, Bie Hwa Lie jengkel karena daun pohon mangga milik Sutikno masuk ke halaman rumahnya. Dia kemudian membuang kembali daun itu ke rumah Sutikno yang berada persis di sebelah kiri rumahnya. “Saya sempat cek-cok lalu dipukul pakai kayu,” ujarnya.

Sang anak Dicky menambahkan, sebelum kejadian penganiayaan itu, bapaknya memang sempat berselisih dengan Sutikno. Sebelumnya, Bie Hwa Lie juga pernah dipukul tangannya karena memperingatkan untuk tidak membuang sampah di halaman rumah bagian belakang. “Hanya mengingatkan tapi dia (Sutikno) sudah marah,” katanya.

Selang beberapa hari, dia mengaku juga pernah diancam celurit karena mengingatkan untuk tidak membuang sampah seenaknya di kawasan rumahnya. “Saya takut masuk rumah karena sudah diacungi celurit,” terangnya.

Perselisihan tersebut sebenarnya sudah didamaikan oleh pihak RT. Bahkan, Sutikno juga pernah meminta maaf. Namun, lanjut Dicky, penganiayaan yang dilakukan Sutikno sudah kelewatan. “Saya putuskan untuk lapor polisi. Bapak saya juga sudah divisum,” ucapnya.

Kanit Reskim Polsek Buduran Ipda Nanang Mulyono mengatakan, perkara tersebut sudah naik ke tahap penyidikan. Pihaknya sudah memanggil terlapor dan nantinya akan kita tingkatkan menjadi tersangka. “Setelah penyidikan rampung nanti segera kita limpahkan ke kejaksaan,” ujarnya. (vga/rek)

(sb/vga/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia